Harga Perak, Minggu 2 Agustus 2026: Update Harian Terbaru

Harga Perak, Minggu 2 Agustus 2026: Update Harian Terbaru

Pergerakan harga perak (silver) pada akhir pekan ini, Minggu (2/8/2026), menunjukkan dinamika yang volatil di pasar global maupun domestik. Setelah bergerak fluktuatif sepanjang pekan terakhir Juli, harga komoditas logam mulia ini mencatatkan koreksi pasca reli singkat.

Pergerakan Harga Perak Dunia (XAG/USD) 

Harga Perak, Minggu 2 Agustus 2026: Update Harian Terbaru
(Foto Harga Perak Dunia dari TradingView)
Di pasar spot global, perak menutup perdagangan akhir pekan pada level US$57,63 per troy ons. Angka ini mencatatkan penurunan sebesar US$0,53 (-0,92%) dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di posisi US$58,17 per troy ons. 

Rincian tren perdagangan perak dunia pekan ini:

Senin: Dibuka menguat ke level US$58,41 (+0,41%). 

Selasa: Terkoreksi tajam ke US$57,15 (-2,16%). 

Rabu–Kamis: Kembali merangkak naik hingga menyentuh puncaknya di US$58,99 (+2,33%). 

Jumat: Kembali berada di bawah tekanan dan terdorong turun ke US$57,63 (-2,29%). 

Dengan rentang pergerakan mingguan mencapai US$1,84 per troy ons (setara volatilitas 3,12%), perak masih berada dalam fase konsolidasi tinggi. 

Rincian Harga Perak Murni Antam

Melanjutkan tren koreksi global, harga perak murni batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) per akhir pekan ini berada di kisaran Rp39.050 per gram (harga dasar). 

Berikut adalah rincian harga perak murni Antam untuk berbagai pecahan: 

Varian / Ukuran Harga Dasar (Rp) Harga + PPN 11% (Rp)

250 gram 10.162.500 11.280.375

500 gram 19.525.000 21.672.750

Harga Perak Antam Varian Heritage: 

31,1 gram (1 troy oz): Rp1.762.229 (Rp1.956.074 inc. PPN) 

186,6 gram: Rp9.452.026 (Rp10.491.749 inc. PPN) 

Sentimen Utama Penggerak Pasar

Beberapa faktor kunci yang memengaruhi volatilitas dan menahan laju harga perak pada awal Agustus 2026 ini antara lain:

Sikap Bank Sentral AS (The Fed): Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga acuan The Fed membuat investor cenderung berhati-hati merespons aset berimbal hasil rendah (non-yielding assets) seperti perak dan emas.

Kondisi Geopolitik Global: Meski tensi politik global masih hangat, dampaknya terhadap peningkatan permintaan aset aman (safe haven) pada perak belum cukup kuat untuk memicu reli berkelanjutan.

Permintaan Industri: Perak yang memiliki fungsi ganda sebagai aset investasi dan komoditas industri (terutama sektor energi terbarukan dan elektronik) masih terpengaruh oleh prospek pertumbuhan manufaktur global yang dinamis.

Prospek: Secara teknikal jangka pendek, tren perak masih relatif rapuh dengan potensi bergerak dalam rentang konsolidasi. Investor dianjurkan mencermati rilis data ekonomi AS dan indikator manufaktur global pada pekan mendatang sebelum menentukan posisi. 


Next Post Previous Post