IHSG Ditutup Selasa 4 Agustus 2026 Naik 85 Poin ke 6.319, INDY Jadi Top Gainers

IHSG Ditutup Selasa 4 Agustus 2026 Naik 85 Poin ke 6.319, INDY Jadi Top Gainers
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. IHSG naik 85,11 poin atau 1,36 persen ke level 6.319,61, kembali bertahan di atas area psikologis 6.300.

Penguatan ini didorong oleh kenaikan sejumlah sektor, terutama properti dan bahan baku, meski pasar masih mencermati tekanan dari harga minyak dunia dan pelemahan rupiah.

IHSG Kembali Rebound

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 6.238 hingga 6.320 setelah dibuka di level 6.255. Secara intraday, indeks sempat menguat cukup solid sebelum akhirnya ditutup stabil di zona hijau.

Menurut riset Phintraco Sekuritas yang dikutip dalam laporan tersebut, penguatan IHSG sudah sesuai ekspektasi karena indeks diperkirakan akan rebound dan kembali menembus level 6.300.

Sektor Penopang IHSG

Dari sisi sektoral, IDX Property menjadi penopang terbesar dengan kenaikan 2,72 persen. Setelah itu ada IDX Basic Materials yang menguat 2,17 persen dan IDX Transportations yang naik 1,59 persen.

Sebaliknya, sektor yang paling tertekan adalah IDX Cyclicals yang turun tipis 0,10 persen, disusul IDX Technology yang melemah 0,07 persen.

INDY Masuk Top Gainers

IHSG Ditutup Selasa 4 Agustus 2026 Naik 85 Poin ke 6.319, INDY Jadi Top Gainers
(Foto Saham INDY dari Google Finansial)
Di jajaran saham unggulan, saham-saham tertentu menjadi perhatian pelaku pasar. Berdasarkan data perdagangan yang dicantumkan dalam laporan, BBCA mencatat nilai transaksi terbesar, disusul BBRI dan TPIA.

Sementara itu, saham Indika Energy Tbk (INDY) juga disebut menjadi salah satu saham yang menonjol di tengah penguatan pasar, sejalan dengan tema top gainers pada perdagangan hari tersebut.

Sentimen Pasar Masih Campur

Meski IHSG menguat, pasar tetap menghadapi beberapa sentimen eksternal. Harga minyak dunia naik lebih dari 2 persen setelah Iran membantah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat, sementara rupiah ditutup melemah sekitar 0,17 persen ke kisaran Rp18.027 per dolar AS.

Di sisi domestik, investor kini menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026. Konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 5,1 persen secara tahunan dari 5,61 persen pada kuartal I 2026.

Prospek IHSG Selanjutnya

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka. Indeks diperkirakan berpotensi menguji resistance di area 6.350–6.400, selama sentimen pasar tetap mendukung.

Dengan penutupan di atas level 6.300, pasar saham domestik masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global. Jika sentimen positif berlanjut, IHSG berpeluang melanjutkan tren rebound dalam beberapa sesi mendatang.

Next Post Previous Post