IHSG Ditutup Melemah 0,69 Persen ke Level 6.365,37 di Tengah Penguatan Rupiah

 

IHSG Ditutup Melemah 0,69 Persen ke Level 6.365,37 di Tengah Penguatan Rupiah
(Foto IHSG dari Google Finansial)a
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Berdasarkan laporan terbaru, IHSG turun 0,69 persen ke level 6.365,37.

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.409,65. Dengan demikian, IHSG terkoreksi sekitar 44,28 poin dalam perdagangan hari ini.

IHSG Melemah meski Rupiah Menguat

Pelemahan IHSG terjadi di tengah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan mata uang domestik belum mampu sepenuhnya mendorong kinerja pasar saham pada perdagangan awal pekan.

Sebelumnya, IHSG sempat dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi. Data perdagangan menunjukkan indeks berada di level 6.440,59 saat pembukaan dan sempat bergerak positif pada awal sesi.

Namun, tekanan jual kemudian membuat IHSG berbalik ke zona merah. Pada akhir sesi pertama, IHSG tercatat berada di level 6.378,40 atau melemah 0,49 persen, sebelum kembali turun hingga penutupan perdagangan.

Saham Berkapitalisasi Besar Tertekan

Pergerakan IHSG turut dipengaruhi oleh tekanan terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar. Pada sesi pertama, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) disebut menjadi salah satu penekan laju indeks.

Meski demikian, investor asing masih mencatatkan pembelian bersih atau net buy sekitar Rp694,8 miliar pada sesi pertama perdagangan. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar masih melakukan akumulasi saham, meskipun IHSG secara keseluruhan berada dalam tekanan.

Investor Mencermati Pergerakan Pasar

Perdagangan hari ini memperlihatkan volatilitas IHSG yang cukup tinggi. Indeks sempat mencapai level tertinggi 6.462,74 sebelum terkoreksi dan menyentuh level terendah 6.372,92 pada sesi pertama.

Investor diperkirakan masih mencermati perkembangan sentimen global, arah pergerakan rupiah, serta dinamika saham-saham unggulan. Pergerakan IHSG pada sesi berikutnya akan menjadi perhatian untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau indeks kembali mencoba menguat.

Next Post Previous Post