IHSG Ditutup Melemah ke 6.234, BBCA Masih Jadi Penopang Transaksi

IHSG Ditutup Melemah ke 6.234, BBCA Masih Jadi Penopang Transaksi
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Meski tertekan aksi jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar, aktivitas transaksi pasar tetap ramai dengan BBCA menjadi emiten paling dominan diperdagangkan.

IHSG Terkoreksi Tipis

Berdasarkan data perdagangan, IHSG turun 1,62 poin atau 0,03 persen dari penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan indeks berlangsung fluktuatif sebelum akhirnya berakhir melemah.

Di tengah kondisi tersebut, saham perbankan dan komoditas masih menjadi perhatian pelaku pasar karena likuiditasnya yang tinggi dan kontribusinya terhadap transaksi harian.

BBCA Jadi Saham Paling Aktif

Dari sisi nilai transaksi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten dengan transaksi terbesar pada perdagangan hari ini. Nilai transaksi BBCA mencapai Rp973,98 miliar, jauh di atas emiten lain dalam daftar saham teraktif.

Berikut 10 saham dengan nilai transaksi terbesar:

BBCA: Rp973,98 miliar.

BBRI: Rp684,94 miliar.

TPIA: Rp574,23 miliar.

TINS: Rp514,19 miliar.

DEWA: Rp488,63 miliar.

BMRI: Rp408,62 miliar.

BACH: Rp384,29 miliar.

BUMI: Rp383,04 miliar.

AMMN: Rp380,03 miliar.

BULL: Rp327,05 miliar.

Menariknya, BBCA tetap menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar meski ditutup melemah. Ini menunjukkan minat pelaku pasar terhadap saham blue chip masih kuat di tengah tekanan indeks.

Sentimen Pasar Masih Berhati-hati

Pelemahan IHSG hari ini menunjukkan pasar masih dibayangi sikap hati-hati investor, terutama pada saham-saham besar yang selama ini menjadi penopang indeks. Di sisi lain, adanya emiten yang tetap mencatat penguatan membantu menahan pelemahan agar tidak lebih dalam.

Dengan transaksi yang tetap tinggi, pasar saham Indonesia masih memperlihatkan likuiditas yang solid meski arah indeks belum sepenuhnya stabil.

Next Post Previous Post