IHSG Sesi I Naik 0,42% ke Level 6.548,86, Saham Energi Jadi Penggerak Utama

IHSG Sesi I Naik 0,42% ke Level 6.548,86, Saham Energi Jadi Penggerak Utama

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi I, Jumat, 28 Agustus 2026. Indeks naik 27,11 poin atau 0,42% dan berakhir di level 6.548,86.

Penguatan ini memperpanjang tren positif IHSG setelah sehari sebelumnya, Kamis (27/8/2026), indeks saham Indonesia melonjak 1,81% ke posisi 6.521,75.

Pergerakan IHSG Sesi I

Selama perdagangan sesi pertama, IHSG sempat bergerak di rentang level 6.518,45 hingga 6.566,90. Aktivitas transaksi tercatat cukup ramai dengan nilai perdagangan mencapai Rp7,78 triliun.

Volume transaksi saham pada sesi I mencapai 21,05 miliar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,13 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 343 saham menguat, 290 saham melemah, dan 330 saham bergerak stagnan.

Sektor Energi Memimpin Penguatan

Mayoritas sektor saham berada di zona hijau pada akhir sesi I. Sektor energi menjadi pendorong kenaikan terbesar setelah menguat 1,46%.

Berikut pergerakan sejumlah sektor pada perdagangan sesi I:

Sektor

Pergerakan

Energi

Naik 1,46%

Teknologi

Naik 1,41%

Keuangan

Naik 0,92%

Jasa pendidikan dan akademik

Naik 0,82%

Konsumer non-primer

Naik 0,74%

Utilitas

Naik 0,34%

Properti

Naik 0,09%

Industri

Naik 0,04%

Kesehatan

Turun 2,07%

Bahan dasar

Turun 0,49%

Konsumer primer

Turun 0,03%


Di tengah dominasi penguatan sektor, saham kesehatan justru menjadi pemberat utama dengan koreksi paling dalam, yakni 2,07%.

BBCA hingga MTEL Topang Indeks

IHSG Sesi I Naik 0,42% ke Level 6.548,86, Saham Energi Jadi Penggerak Utama
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Kenaikan IHSG pada sesi I ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan dan telekomunikasi.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi kontributor terbesar bagi kenaikan IHSG dengan sumbangan 11,75 poin. Saham BBCA berada di posisi 6.525 pada sesi pertama perdagangan.

Selain BBCA, saham-saham berikut ikut menopang laju indeks:

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang 10,50 poin.

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MTEL) berkontribusi 9,79 poin.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang 4,66 poin.

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memberi tambahan 3,60 poin.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang 1,74 poin.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menambah 1,40 poin.

Saham yang Menekan IHSG

Meski indeks ditutup hijau, sejumlah emiten memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menjadi saham dengan beban terbesar bagi indeks setelah mengurangi 3,40 poin.

Tekanan lain datang dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang mengurangi 1,79 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 1,58 poin, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) 1,49 poin, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar 1,34 poin.

Sentimen BI dan The Fed Jadi Perhatian

Pasar keuangan Indonesia pada perdagangan akhir pekan masih dibayangi sejumlah sentimen domestik dan global. Dari dalam negeri, investor menaruh perhatian terhadap persetujuan Komisi XI DPR atas Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan pembahasan RUU Perampasan Aset yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Sementara dari luar negeri, perhatian investor tertuju pada pidato perdana Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Data indeks kepercayaan konsumen Jepang periode Agustus juga menjadi salah satu agenda ekonomi global yang dipantau pasar.

Next Post Previous Post