iQOO Neo 11 Ultra: Spesifikasi Lengkap hingga Harga
iQOO Neo 11 Ultra menjadi salah satu smartphone paling dinanti di 2026, terutama bagi penggemar gaming dan performa tinggi.
Bocoran spesifikasi lengkap iQOO Neo 11 Ultra yang beredar jelang peluncuran 18 Agustus 2026 mengungkap detail menarik mulai dari layar 2K 144Hz, chipset custom Dimensity 9500M, hingga baterai raksasa 9.100 mAh.
Artikel ini membahas spesifikasi iQOO Neo 11 Ultra, perkiraan harga, fitur unggulan, dan apakah ponsel ini layak ditunggu di pasar Indonesia.
Tanggal Peluncuran iQOO Neo 11 Ultra
iQOO secara resmi mengonfirmasi peluncuran iQOO Neo 11 Ultra di China pada 18 Agustus 2026.
Peluncuran dilakukan bersamaan dengan seri iQOO Z11S dalam acara khusus di pasar Tiongkok.
Untuk pasar global dan Indonesia, biasanya mengikuti beberapa minggu hingga bulan setelah launch China, tergantung strategi distribusi iQOO.
Spesifikasi iQOO Neo 11 Ultra (Berdasarkan Bocoran)
Desain dan Ketahanan
Dimensi: 163,42 × 75,88 × 8,6 mm
Berat: 225 gram
Material: frame logam, panel belakang kaca/fiberglass
Warna: Light White, Shadow Black, Wind Chaser
Rating ketahanan: IP68 dan IP69 (debu & air)
Layar
Ukuran: 6,83 inci
Tipe: Visionox F2 OLED flat
Resolusi: 2K
Refresh rate: 144Hz
Fitur: sensor sidik jari ultrasonik dalam layar
Chipset dan Performa
Chipset: MediaTek Dimensity 9500M (custom, 3nm)
Konfigurasi: okta-core dengan core utama berkecepatan sangat tinggi
Fokus: gaming berat, multitasking, dan performa flagship
Memori dan Penyimpanan
Varian yang dilaporkan:
8GB + 256GB
12GB + 256GB
12GB + 512GB
16GB + 256GB
16GB + 512GB
Kamera
Belakang: 50MP (OIS) + 8MP
Depan: 16MP
Fokus pada kualitas sensor utama dengan stabilisasi optik.
Baterai dan Pengisian Daya
Kapasitas: 9.100 mAh
Charging: 100W wired fast charging
Tanpa dukungan wireless charging menurut bocoran yang ada.
Fitur Tambahan
Motor getar linear sumbu-X untuk haptic gaming
Sertifikasi IP68/IP69
Layar 2K 144Hz yang dioptimalkan untuk game dan multimedia.
Perkiraan Harga iQOO Neo 11 Ultra
Harga di China diperkirakan di kisaran 3.000 RMB (sekitar Rp6–7 juta, tergantung kurs).
Jika masuk Indonesia, harga bisa lebih tinggi karena pajak, bea masuk, dan margin distributor.
Varian RAM/penyimpanan berbeda biasanya memiliki selisih harga sekitar Rp500 ribu–1 juta per tingkatan.

