Kurs Dolar-Rupiah, Jumat 21 Agustus 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.693

Kurs Dolar-Rupiah, Jumat 21 Agustus 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.693
(Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA)

Pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah (IDR) bergerak di kisaran Rp 17.693–Rp 17.748 pada sesi pagi, dengan beberapa sumber mencatat penguatan tipis rupiah dari penutupan Kamis sebelumnya. 

Ringkasan pergerakan hari ini

Pembukaan & pagi hari: Rupiah dibuka menguat tipis ke sekitar Rp 17.720/USD, kemudian diperdagangkan di kisaran Rp 17.734–Rp 17.742/USD pada pukul 09.00–09.20 WIB.

Perubahan harian: Dari penutupan Kamis (20/8) di Rp 17.747–17.748/USD, rupiah tercatat menguat 0,06–0,21% pada sesi pagi Jumat.

Faktor pendorong: Pelemahan indeks dolar AS (DXY) dan sentimen positif pasar terhadap rencana kebijakan domestik (termasuk isu penyesuaian kuota BBM bersubsidi) disebut sebagai katalis penguatan rupiah.

Mengapa bisa muncul angka Rp 17.693?

Angka Rp 17.693 tidak muncul sebagai kurs spot utama di kutipan pagi mayoritas media, tetapi konsisten dengan beberapa kemungkinan:

Kurs beli bank/kurs referensi tertentu: Beberapa penyedia data menampilkan “kurs beli” yang biasanya beberapa puluh poin di bawah kurs tengah/JISDOR; level ~Rp 17.690–17.710 sejalan dengan kisaran ini.

Level intraday: Dalam rentang harian yang diproyeksikan analis (Rp 17.650–17.875/USD), angka Rp 17.693 berada di sisi kuat rupiah dan bisa terjadi pada momen tertentu sepanjang sesi.

Jika Anda membutuhkan angka resmi untuk keperluan pembukuan atau pajak, biasanya yang dipakai adalah kurs tengah/Kurs Referensi (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia; untuk 20/8 tercatat Rp 17.779/USD, dan untuk 21/8 angka resmi JISDOR biasanya dirilis siang hari oleh BI.

Catatan praktis

Untuk konversi umum hari ini, gunakan kisaran Rp 17.720–17.750/USD sebagai acuan realistis berdasarkan data pagi.

Untuk keperluan formal, tunggu rilis Kurs Referensi (JISDOR) BI tanggal 21/8 di situs BI atau kanal resmi, karena itulah yang lazim dijadikan dasar akuntansi/pajak.

 

Next Post Previous Post