Kurs Dolar-Rupiah, Jumat 28 Agustus 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.696
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Posisi dolar menunjukkan bahwa untuk memperoleh 1 dolar Amerika Serikat, masyarakat perlu menyiapkan sekitar Rp17,7 ribu. Pergerakan kurs ini dapat memengaruhi harga barang impor, biaya perjalanan ke luar negeri, cicilan valuta asing, serta nilai transaksi bisnis internasional.
Kurs Dolar Hari Ini
Berikut gambaran nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pada Jumat, 28 Agustus 2026:
|
Mata Uang |
Nilai Tukar |
|
1 Dolar AS |
Rp17.696 |
|
10 Dolar AS |
Rp176.960 |
|
50 Dolar AS |
Rp884.800 |
|
100 Dolar AS |
Rp1.769.600 |
|
1.000 Dolar AS |
Rp17.696.000 |
Nilai di atas merupakan perhitungan berdasarkan kurs Rp17.696 per dolar AS. Dalam praktiknya, nilai kurs di bank, money changer, aplikasi remitansi, maupun layanan pembayaran internasional dapat berbeda karena terdapat kurs beli, kurs jual, dan biaya administrasi.
Dampak Kurs Dolar
Kenaikan atau pelemahan nilai dolar terhadap rupiah biasanya memberi dampak berbeda bagi setiap kelompok.
Importir perlu mengeluarkan rupiah lebih banyak untuk membeli barang atau bahan baku dari luar negeri ketika dolar menguat.
Eksportir berpotensi menerima nilai rupiah yang lebih besar dari pembayaran dalam dolar AS, meski tetap bergantung pada biaya produksi dan kontrak dagang.
Konsumen dapat merasakan dampak tidak langsung melalui harga produk impor, seperti gadget, komponen elektronik, kendaraan, hingga sejumlah bahan pangan.
Wisatawan luar negeri membutuhkan anggaran lebih besar jika harus menukarkan rupiah ke dolar AS.
Investor biasanya memantau kurs bersama suku bunga, inflasi, kondisi pasar saham, serta sentimen ekonomi global sebelum mengambil keputusan.
Faktor yang Memengaruhi Dolar-Rupiah
Pergerakan kurs dolar-rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan valuta asing di dalam negeri. Ada sejumlah faktor yang kerap menjadi perhatian pasar, antara lain:
Kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.
Data inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi tenaga kerja di Amerika Serikat.
Arus modal asing yang masuk atau keluar dari pasar keuangan Indonesia.
Pergerakan harga komoditas global, terutama komoditas ekspor utama Indonesia.
Kondisi geopolitik dan sentimen risiko di pasar global.
Kebutuhan dolar untuk pembayaran utang, impor, serta transaksi bisnis internasional.

