Laba Bersih ADRO Melonjak 76,83 Persen pada Semester I 2026

 

Laba Bersih ADRO Melonjak 76,83 Persen pada Semester I 2026

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang semester I-2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar USD309,36 juta atau melonjak 76,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD174,94 juta.

Kenaikan laba tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan usaha, efisiensi beban operasional, serta kontribusi kuat dari segmen pertambangan. Di tengah dinamika harga komoditas global, ADRO mampu menjaga pengendalian biaya sehingga margin keuntungan perseroan meningkat signifikan.

Pendapatan ADRO Tembus USD999,24 Juta

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Jumat, 28 Agustus 2026, pendapatan usaha ADRO mencapai USD999,24 juta per Juni 2026. Angka itu tumbuh 16,51 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari USD857,69 juta pada semester I-2025.

Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari segmen pertambangan dengan nilai USD581,80 juta. Sementara itu, jasa pengolahan pertambangan menyumbang pendapatan sebesar USD470,81 juta dan pendapatan lain-lain tercatat senilai USD28,87 juta.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas bisnis ADRO masih solid, khususnya pada lini penjualan hasil tambang yang menjadi penopang utama pendapatan perseroan.

Laba Kotor Melonjak Hampir 49 Persen

Kinerja laba ADRO meningkat karena pertumbuhan pendapatan tidak diikuti lonjakan biaya yang besar. Beban pokok pendapatan hanya naik 0,55 persen menjadi USD576,55 juta, dari sebelumnya USD573,42 juta.

Efisiensi tersebut membuat laba kotor ADRO melesat 48,69 persen menjadi USD422,68 juta pada semester I-2026. Pada periode yang sama tahun lalu, laba kotor perseroan berada di level yang lebih rendah seiring pendapatan yang masih belum sebesar tahun ini.

Selain beban pokok pendapatan yang terkendali, ADRO juga berhasil memangkas beban usaha. Beban usaha tercatat turun 3,31 persen menjadi USD58,34 juta, dibandingkan USD60,34 juta pada semester I-2025.

Pengendalian biaya ini kemudian mendorong laba usaha ADRO mencapai USD381,76 juta. Dengan demikian, kenaikan laba bersih perseroan tidak hanya berasal dari ekspansi pendapatan, tetapi juga dari perbaikan efisiensi operasional.

Penjualan Hasil Tambang Naik 31,43 Persen

Penjualan hasil tambang menjadi tulang punggung bisnis ADRO pada enam bulan pertama 2026. Nilai penjualan dari lini tersebut tumbuh 31,43 persen menjadi USD580,38 juta.

Penjualan kepada pihak ketiga tercatat sebesar USD370,26 juta. Nilai tersebut terdiri dari penjualan domestik sebesar USD244,94 juta dan penjualan ekspor senilai USD125,32 juta.

Di sisi lain, penjualan kepada pihak berelasi mencapai USD210,12 juta. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pasar domestik masih memberi kontribusi besar bagi pendapatan tambang ADRO, meski penjualan ke pasar ekspor juga tetap menjadi sumber pendapatan penting.

Berikut rincian utama penjualan hasil tambang ADRO pada semester I-2026:

Keterangan

Nilai

Total penjualan hasil tambang

USD580,38 juta

Penjualan kepada pihak ketiga

USD370,26 juta

Penjualan domestik

USD244,94 juta

Penjualan ekspor

USD125,32 juta

Penjualan kepada pihak berelasi

USD210,12 juta

Aset ADRO Naik Jadi USD7,8 Miliar

Dari sisi neraca, total aset ADRO meningkat cukup besar dari USD6,81 miliar menjadi USD7,8 miliar per Juni 2026. Kenaikan aset tersebut antara lain dipengaruhi oleh peningkatan persediaan dan aset tetap.

Persediaan aluminium ingot menjadi salah satu faktor yang disebut berkontribusi terhadap pertumbuhan aset perseroan. Peningkatan aset tetap juga sejalan dengan aktivitas pengembangan proyek, termasuk proyek smelter aluminium.

Liabilitas ADRO turut naik menjadi USD2,68 miliar. Peningkatan ini berkaitan dengan adanya perjanjian sewa baru serta penarikan fasilitas pinjaman untuk mendukung pembiayaan proyek smelter aluminium.

Sementara itu, total ekuitas perseroan mencapai USD5,13 miliar pada akhir Juni 2026. Posisi ekuitas yang besar mencerminkan penguatan struktur permodalan ADRO di tengah ekspansi bisnis dan kebutuhan pembiayaan proyek strategis.

Saham ADRO Menguat 45,30 Persen YTD

Laba Bersih ADRO Melonjak 76,83 Persen pada Semester I 2026
(Foto Saham ADRO dari Google Finansial)
Performa operasional dan keuangan ADRO juga tercermin pada pergerakan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Saham ADRO tercatat menguat 45,30 persen secara year to date atau sejak awal tahun hingga periode laporan.

Penguatan saham tersebut sejalan dengan apresiasi pasar terhadap emiten lain dalam grup. Saham AADI tercatat naik 46,95 persen, sedangkan saham ADMR menguat 7,69 persen.

Lonjakan laba bersih, pertumbuhan pendapatan, dan efisiensi beban usaha menjadi sejumlah faktor yang memperkuat sentimen positif terhadap ADRO. Ke depan, pasar akan mencermati keberlanjutan kinerja segmen pertambangan, perkembangan harga komoditas global, serta realisasi proyek smelter aluminium yang menjadi bagian dari ekspansi perseroan.
Next Post Previous Post