Laba Bersih Jayamas Medica Tumbuh 43,2 Persen pada Semester I 2026

Laba Bersih Jayamas Medica Tumbuh 43,2 Persen pada Semester I 2026

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada paruh pertama 2026. Emiten produsen alat kesehatan ini membukukan laba bersih Rp 221,5 miliar pada semester I-2026, naik 43,2 persen secara tahunan.

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih yang mencapai 26 persen menjadi Rp 1,17 triliun dari Rp 925,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Efisiensi operasional, perbaikan margin, dan peningkatan penjualan menjadi pendorong utama lonjakan kinerja OMED.

Penjualan Ditopang Produk Utama

Pertumbuhan pendapatan OMED terutama datang dari tingginya permintaan pada kategori produk utama, disertai perluasan jaringan ritel dan jalur distribusi. Dari sisi lini bisnis, segmen Bioteknologi dan Laboratorium mencatat kenaikan penjualan tertinggi sebesar 93,6 persen.

Selain itu, segmen Barang Medis Habis Pakai tumbuh 30,2 persen, sedangkan Perawatan Luka naik 23,5 persen. Kanal ritel juga tampil kuat dengan pertumbuhan 35,4 persen menjadi Rp 135,1 miliar.

Margin dan Laba Usaha Membaik

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba usaha OMED meningkat 42,3 persen menjadi Rp 231,5 miliar. Laba per saham juga naik menjadi Rp 8,12 dari sebelumnya Rp 5,68.

Dari sisi profitabilitas, margin laba kotor membaik ke 35,9 persen, sementara margin laba usaha dan margin laba bersih masing-masing meningkat menjadi 19,8 persen dan 19 persen. Perbaikan ini menunjukkan efisiensi yang semakin kuat di tengah pertumbuhan penjualan.

Target 2026 Masih Sesuai Rencana

Manajemen OMED menegaskan bahwa target pendapatan 2026 sebesar Rp 2,3 triliun masih berada di jalur yang tepat. Perseroan juga membidik margin laba kotor di kisaran awal 30 persen serta target penjualan ekspor US$ 1 juta hingga US$ 1,5 juta.

Meski prospek bisnis alat kesehatan domestik masih positif, OMED tetap mewaspadai tantangan geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar. Namun, dengan kinerja semester pertama yang kuat, perseroan tampak cukup percaya diri menatap paruh kedua 2026.

 

Next Post Previous Post