Mandiri Investasi Luncurkan ETF Emas XMES Syariah Pertama di BEI
Peluncuran XMES menambah pilihan investasi emas bagi masyarakat Indonesia. Melalui instrumen ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap emas tanpa perlu menyimpan emas batangan secara fisik.
XMES Gunakan Underlying Emas Fisik Syariah
Mandiri ETF Emas atau XMES menggunakan underlying asset berupa emas fisik berbasis syariah. Pengelolaan produk tersebut mengacu pada emas dengan tingkat kemurnian minimal 99,9 persen berdasarkan standar SNI atau minimal 99,5 persen berdasarkan standar internasional LBMA Certified.
Sebagian besar dana kelolaan XMES akan ditempatkan pada emas fisik. Alokasinya terdiri dari:
Minimal 95 persen pada emas fisik.
Maksimal 5 persen pada instrumen pasar uang syariah.
Deposito syariah atau kas.
Dengan struktur tersebut, XMES dirancang untuk memberikan akses investasi emas yang lebih efisien dan transparan melalui mekanisme perdagangan di bursa.
Gandeng Deutsche Bank, Mandiri Sekuritas, dan Pegadaian
Dalam operasionalnya, Mandiri Manajemen Investasi menggandeng sejumlah pihak. Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta ditunjuk sebagai Bank Kustodian, sedangkan PT Mandiri Sekuritas berperan sebagai Dealer Partisipan.
Sementara itu, PT Pegadaian bertindak sebagai Penyedia dan Penyimpan Emas. Kolaborasi tersebut mendukung pengelolaan aset dasar XMES yang berupa emas fisik.
Penerbitan Mandiri ETF Emas XMES juga berlandaskan Fatwa DSN-MUI Nomor 163/DSN-MUI/VII/2025.
Respons terhadap Perubahan Preferensi Investor
Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, mengatakan bahwa peluncuran XMES dirancang untuk merespons perubahan preferensi pemodal di Indonesia.
Menurutnya, emas telah lama dikenal sebagai salah satu pilihan investasi masyarakat. Namun, akses untuk berinvestasi pada emas kini semakin beragam, termasuk melalui produk yang diperdagangkan di pasar modal.
“Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu pilihan investasi masyarakat, dan kini akses terhadap investasi emas juga semakin beragam,” ujar Hardiyanto.
Ia menambahkan, tantangan investasi emas saat ini tidak hanya berkaitan dengan cara memiliki emas, tetapi juga bagaimana menyediakan akses yang efisien, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan investor.
“Karena itu, tantangannya bukan lagi hanya bagaimana investor memiliki emas, tetapi bagaimana memberikan akses terhadap emas melalui instrumen yang efisien, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan investor saat ini,” paparnya.
Imbal Hasil Emas Jadi Pertimbangan
Peluncuran XMES turut didukung oleh data internal Mandiri Investasi per 30 Juni 2026. Berdasarkan data tersebut, emas mencatat rata-rata imbal hasil sebesar 9,9 persen per tahun dalam 20 tahun terakhir.
Dalam periode lima tahun terakhir, rata-rata imbal hasil emas tercatat mencapai 18 persen per tahun. Meski demikian, kinerja historis tidak secara otomatis mencerminkan kinerja investasi pada masa mendatang.
Mandiri Investasi juga mencatat adanya peningkatan permintaan emas global. Permintaan emas dunia melonjak 84 persen menjadi 2.175 ton pada 2025. Di sisi lain, pertumbuhan produksi tambang emas tercatat berada di bawah 1 persen per tahun selama satu dekade terakhir.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara pertumbuhan permintaan dan pasokan emas global.
Emas Dinilai Bisa Menyeimbangkan Portofolio
Direktur Investasi PT Mandiri Manajemen Investasi, Ernawan R. Salimsyah, CFA, mengatakan bahwa keterbatasan pasokan dan karakteristik emas menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.
Ia menjelaskan, emas secara historis memiliki karakteristik berbeda dibandingkan instrumen investasi lainnya. Aset tersebut juga cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan.
“Secara historis, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen investasi lainnya dan cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang,” jelas Ernawan.
Target AUM XMES Capai Rp1 Triliun
Mandiri Manajemen Investasi menargetkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) XMES dapat mencapai Rp1 triliun dalam jangka panjang.
Kehadiran XMES melengkapi lima ETF emas yang sebelumnya telah tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dengan tambahan instrumen ini, investor memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh eksposur terhadap emas melalui produk pasar modal yang berbasis syariah.
Meski menawarkan kemudahan dan akses yang lebih praktis, investor tetap perlu memahami karakteristik, biaya, risiko pasar, serta prospektus XMES sebelum mengambil keputusan investasi.

