Menteri ESDM Umumkan Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Pengganti LPG

Menteri ESDM Umumkan Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Pengganti LPG

Pemerintah Indonesia akan memulai uji coba penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg kepada masyarakat pada pekan depan, setelah proses pengujian keamanan di Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dinyatakan selesai dan aman.

Rencana Uji Coba dan Pernyataan Menteri ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi rencana uji coba tersebut saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (11/8/2026). "Uji coba pekan depan. Nanti saya cek dulu ya," ujar Bahlil.

Pengujian akhir tabung CNG 3 kg tengah dilakukan oleh Lemigas untuk memastikan keamanan tabung ini sebelum digunakan oleh masyarakat. Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan bahwa Lemigas bersama manufaktur asal China tengah melakukan uji tembak ketahanan panas hingga suhu 850 derajat Celsius untuk memastikan keamanan tabung sebelum diproduksi secara massal.

Status Pengujian Keamanan di Lemigas

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa tabung CNG 3 kg sudah selesai menjalani pengujian keamanan di Lemigas dan dinyatakan aman untuk digunakan. Pengujian tersebut mencakup uji tekanan dan uji keamanan katup atau valve tabung.

Menurut Bahlil, pengujian dilakukan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Tiongkok untuk memastikan tabung memenuhi standar keamanan sebelum digunakan secara luas. Tabung CNG 3 kg tersebut menggunakan tekanan 200 hingga 250 bar dan sedang menjalani uji coba tahap akhir, termasuk pengujian sistem katup atau valve pengaman.

Lokasi dan Skema Uji Coba

Pemerintah berencana melakukan uji coba langsung di masyarakat yang tinggal di kota-kota besar, dengan salah satu lokasi awal diperkirakan di Jawa Barat. "Uji cobanya di kota-kota besar dulu ya. Mungkin salah satunya adalah di Jawa Barat dulu," ujar Laode di Jakarta.

Laode menegaskan bahwa tabung CNG ini hanya akan diuji coba dulu, bukan dipasarkan langsung, dan skema pelaksanaannya masih dalam pembahasan lebih lanjut. "Bukan dipasarkan, hanya diujicobakan dulu. Ini masih kita bahas skemanya," tambah Laode.

Fokus Utama: Keamanan dan Mekanisme Distribusi

Ketika ditanya mengenai perkiraan jumlah tabung yang akan diuji coba, Laode belum bisa memberikan angka pasti karena fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan dan mekanisme penyediaan tabung tersebut kepada masyarakat. "Kita belum bicara masalah angka ya, yang penting sekarang adalah satu, safety-nya. Kedua adalah mekanisme bagaimana menyiapkan ini ke masyarakat," ujar Laode.

Sebagai dukungan tahap awal implementasi program CNG, Kementerian ESDM berencana untuk mengimpor 100.000 unit tabung CNG isi 3 kg dari China, karena industri nasional dinilai belum memiliki kemampuan memproduksi tabung CNG tipe 4.

Keuntungan CNG 3 Kg sebagai Pengganti LPG

Pengembangan CNG 3 kg sebagai pengganti LPG 3 kg merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi impor dan subsidi energi, sekaligus meningkatkan efisiensi dan kemandirian energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa biaya penggunaan CNG lebih murah 30–40 persen dibandingkan LPG.

Salah satu keunggulan tabung CNG 3 kg adalah masyarakat tidak perlu mengganti kompor untuk menggunakannya, karena sistem katup pengaman dirancang kompatibel dengan kompor LPG yang sudah ada.

Timeline Pengembangan CNG 3 Kg

Juli 2026: Target awal produksi dan uji coba tahap ketiga tabung CNG 3 kg

Agustus 2026: Persiapan uji coba proyek CNG Merah Putih 3 kg

Pekan depan (12-18 Agustus 2026): Rencana uji coba langsung ke masyarakat di kota-kota besar

Tahap selanjutnya: Evaluasi hasil uji coba sebelum komersialisasi dan distribusi massal

Pemerintah menekankan bahwa seluruh proses masih berada dalam tahap pengujian untuk memastikan keamanan, mengingat tabung 3 kg memiliki tekanan sekitar 200 sampai 250 bar yang memerlukan kehati-hatian ekstra.

 

Next Post Previous Post