MSCI Pertahankan Pasar Modal RI di Emerging Market, 10 Saham Digugurkan
MSCI resmi mempertahankan status pasar modal Indonesia di kategori Emerging Market usai Tinjauan Tahunan Negara 2026. Meski status negara tidak berubah, indeks global ini menggugurkan 10 saham Indonesia dari berbagai indeks acuan dengan efektif per 31 Agustus 2026.
Status Emerging Market Indonesia Tetap Dipertahankan
Penyedia indeks global MSCI mengumumkan hasil Tinjauan Tahunan Negara 2026 (2026 Annual Country Review) pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam pengumuman tersebut, MSCI menegaskan tidak ada perubahan daftar negara dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index, termasuk Indonesia yang tetap berada di kategori Emerging Market.
“MSCI telah melakukan Tinjauan Tahunan Negara 2026 untuk Indeks MSCI Frontier Emerging Markets. Tidak akan ada perubahan pada daftar Emerging Markets yang saat ini tercakup dalam Indeks MSCI Frontier Emerging Markets sebagai hasil dari tinjauan ini,” tulis MSCI.
Keputusan ini penting karena status Emerging Market memengaruhi arus dana asing, bobot indeks global, dan persepsi investor internasional terhadap pasar modal Indonesia.
Daftar Negara Emerging Market Versi MSCI
Sebagai referensi, berikut sejumlah negara yang saat ini berstatus Emerging Market dalam indeks MSCI:
Brasil, Cile, China, Kolombia
Republik Ceko, Mesir, Yunani, Hungaria
India, Indonesia, Korea Selatan, Kuwait
Malaysia, Meksiko, Peru, Filipina
Polandia, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan
Taiwan, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab
Indonesia berada di antara 24 negara dengan klasifikasi yang sama, menandakan posisi pasar modal RI masih dianggap cukup berkembang di mata investor global.
10 Saham Indonesia Digugurkan dari Indeks MSCI
Meski status negara tidak berubah, MSCI melakukan penyesuaian konstituen dengan menggugurkan 10 saham Indonesia. Perubahan ini berlaku efektif mulai penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.
Saham yang Digugurkan dari Global Standard Indexes
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): Turun kasta dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Global Small Cap Indexes.
Saham yang Digugurkan dari Global Small Cap Indexes
Sembilan saham berikut dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes:
PT Bank Jago Tbk (ARTO)
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
PT MD Intertainment Tbk (FILM)
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG)
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
Dampak bagi Investor dan Pasar Modal
Pengguguran saham dari indeks MSCI biasanya berdampak pada:
Aliran dana pasif: ETF dan fund yang mengikuti indeks MSCI akan menyesuaikan portofolio, berpotensi menimbulkan tekanan jual pada saham yang digugurkan.
Volatilitas jangka pendek: Menjelang tanggal efektif (31 Agustus 2026), saham terkait bisa mengalami fluktuasi lebih tinggi.
Persepsi fundamental: Pengeluaran dari indeks sering dibaca sebagai sinyal bahwa likuiditas, kapitalisasi pasar, atau kriteria lain saham tersebut tidak lagi memenuhi standar MSCI.
Bagi investor ritel, keputusan ini bisa menjadi bahan evaluasi ulang terhadap eksposur pada saham-saham yang terdampak, terutama jika Anda memegang posisi di GOTO, CPIN, ARTO, BUKA, dan lainnya.
Apa Selanjutnya?
Pantau perkembangan harga dan volume perdagangan saham terdampak hingga 31 Agustus 2026.
Tinjau ulang alokasi portofolio jika Anda berinvestasi melalui instrumen yang mengikuti indeks MSCI.
Ikuti update dari emiten dan otoritas pasar modal untuk memahami langkah strategis mereka menyikapi perubahan ini.

