OJK Dorong Inovasi Keuangan Digital lewat Digination Day 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat ekosistem keuangan digital nasional melalui penyelenggaraan OJK Digital Financial Innovation Day atau Digination Day 2026. Forum yang digelar di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026, itu mempertemukan regulator, pemerintah, parlemen, industri, investor, akademisi, hingga masyarakat untuk mempercepat inovasi keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko menegaskan bahwa inovasi teknologi di sektor keuangan, termasuk aset keuangan digital dan aset kripto, kini sudah menjadi bagian dari sistem keuangan nasional. Karena itu, sektor tersebut harus menerapkan standar tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen yang sepadan dengan sektor jasa keuangan lainnya.
Terapkan Prinsip Setara Risiko
Dalam Digination Day 2026, OJK menekankan prinsip same activity, same risk, same regulation. Artinya, aktivitas keuangan digital yang memiliki risiko serupa dengan layanan keuangan konvensional harus tunduk pada standar pengaturan dan pengawasan yang setara.
Menurut Hernawan, pendekatan tersebut diperlukan agar pertumbuhan inovasi tidak berjalan tanpa pengendalian risiko. Keuangan digital tidak lagi dipandang sebagai sektor pinggiran, melainkan telah terintegrasi dalam ekosistem keuangan Indonesia.
OJK pun mendorong pengembangan regulasi yang adaptif terhadap berbagai teknologi baru, seperti:
Kecerdasan artifisial atau AI.
Tokenisasi aset.
Teknologi blockchain.
Aset keuangan digital dan aset kripto.
Penguatan aturan tersebut akan berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat serta pelindungan terhadap konsumen.
Perkenalkan Startup Accelerator
Salah satu agenda penting dalam Digination Day 2026 adalah pengenalan program OJK Fintech Startup Accelerator. Program ini dirancang untuk mempertemukan perusahaan rintisan teknologi keuangan dengan industri jasa keuangan, calon investor, dan regulator.
Melalui kegiatan demo day serta business matching, OJK ingin membuka akses kolaborasi dan pendanaan bagi inovator lokal. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya solusi keuangan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
OJK juga menilai pembangunan ekosistem tidak berhenti pada penyelenggaraan forum. Pengembangan inovasi perlu berjalan dalam siklus berkelanjutan, mulai dari dialog, pengujian, penerapan solusi, hingga evaluasi bersama.

