Penjualan Mobil Juli 2026 Tembus 81 Ribu Unit
Pasar otomotif nasional menunjukkan pemulihan yang semakin kuat. Penjualan mobil secara wholesales pada Juli 2026 tercatat mencapai 81.100 unit, atau tumbuh 33% secara tahunan dan 5% dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan riset Stockbit Sekuritas, total penjualan mobil nasional sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 517.700 unit. Angka tersebut meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penjualan Ritel Ikut Menguat
Kenaikan penjualan mobil pada Juli 2026 tidak hanya terlihat dari sisi distribusi kendaraan ke diler. Penjualan ritel dari diler kepada konsumen juga mencatat pertumbuhan yang solid.
Pada Juli 2026, penjualan ritel mobil mencapai sekitar 77.400 unit, tumbuh 23% secara tahunan. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa kenaikan wholesales tidak semata-mata disebabkan oleh penumpukan stok atau percepatan distribusi menjelang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026.
Stockbit Sekuritas menilai pertumbuhan tersebut mencerminkan kekuatan permintaan yang lebih mendasar. Dengan kata lain, kendaraan yang didistribusikan ke jaringan diler turut diserap oleh konsumen.
“Solidnya wholesale mobil pada Juli 2026 mencerminkan angka underlying yang kuat dan bukan didorong oleh perbedaan timing distributor untuk persiapan GIIAS 2026,” tulis Stockbit Sekuritas dalam riset yang dirilis pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Tiga Kali Tembus 80 Ribu Unit
Penjualan mobil nasional telah tiga kali menembus level 80.000 unit sejak awal 2026. Pencapaian tersebut terjadi pada Februari, April, dan Juli.
Situasi ini berbeda dibandingkan sepanjang 2025. Pada tahun lalu, penjualan mobil bulanan tidak pernah melewati 80.000 unit, kecuali pada Desember yang mendapatkan dorongan dari penjualan satu kali kendaraan VinFast untuk kebutuhan armada.
Meski demikian, pertumbuhan tahunan pada 2026 masih mendapatkan keuntungan dari efek basis rendah atau low-base effect. Penjualan mobil pada kuartal II hingga kuartal III 2025 berada di level yang relatif rendah sehingga perbandingan tahunan terlihat lebih tinggi.
Namun, pertumbuhan penjualan ritel sebesar 23% menunjukkan bahwa pemulihan pasar tidak hanya dipengaruhi faktor statistik. Permintaan aktual dari konsumen juga mulai menunjukkan perbaikan.
Realisasi Mendekati Target Gaikindo
Dengan capaian 517.700 unit hingga Juli 2026, penjualan mobil nasional telah mencapai sekitar 61% dari target tahunan Gaikindo sebesar 850.000 unit.
Pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga Juli 2025, realisasi penjualan baru mencapai sekitar 54% dari target tahunan.
Gaikindo masih mempertahankan target penjualan mobil nasional sebesar 850.000 unit pada 2026. Jika tren positif berlanjut hingga akhir tahun, penjualan mobil berpeluang melampaui target tersebut.
Meski begitu, pasar masih membutuhkan konsistensi penjualan dalam beberapa bulan mendatang. Pertumbuhan satu atau dua bulan belum cukup untuk memastikan pemulihan berlangsung berkelanjutan, terutama setelah pengaruh efek basis rendah mulai berkurang.
Merek Non-Astra Tumbuh Lebih Cepat
Perubahan menarik juga terlihat dari persaingan antara merek Astra dan non-Astra. Kelompok non-Astra mencatat pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi dibandingkan Astra International atau ASII.
Wholesales Astra pada Juli 2026 tercatat sebesar 39.100 unit. Angka tersebut tumbuh 23% secara tahunan, tetapi turun 3% secara bulanan. Secara kumulatif, penjualan Astra sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai 261.400 unit, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, kelompok non-Astra membukukan wholesales sebesar 42.000 unit pada Juli 2026. Penjualan tersebut tumbuh 45% secara tahunan dan 12% secara bulanan.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, penjualan merek non-Astra mencapai 256.300 unit atau meningkat 26% secara tahunan. Beberapa merek yang menjadi pendorong pertumbuhan antara lain:
Mitsubishi dengan pertumbuhan penjualan sebesar 24%.
BYD dan Denza yang tumbuh sekitar 45%.
Kelompok merek lainnya yang melonjak 156% secara tahunan.
Kelompok merek lainnya bahkan telah mencatat penjualan bulanan di atas 10.000 unit sejak April 2026. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi di industri otomotif semakin ketat dan merek-merek baru mulai mengambil porsi pasar yang lebih besar.
Penjualan Motor Capai Level Tertinggi
Pemulihan sektor otomotif juga terjadi pada pasar sepeda motor. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI, penjualan motor domestik pada Juli 2026 mencapai sekitar 636.000 unit.
Angka tersebut meningkat 8% secara tahunan dan melonjak 23% secara bulanan. Penjualan Juli menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2014.
Secara kumulatif, penjualan motor domestik sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai sekitar 3,8 juta unit. Jumlah itu tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara dengan sekitar 56% hingga 59% dari target AISI tahun ini.

