Pertamina Terapkan Dual Growth Strategy Jaga Ketahanan Energi
PT Pertamina (Persero) menerapkan strategi pertumbuhan ganda atau Dual Growth Strategy untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung percepatan transisi energi berkelanjutan.
Strategi tersebut dijalankan melalui dua pilar utama, yakni Maximizing Legacy Business dengan memaksimalkan bisnis inti minyak dan gas bumi (migas), serta Building Low Carbon Business melalui pengembangan bisnis rendah karbon.
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Kemandirian Energi
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan salah satu faktor penting bagi keberlangsungan dan kedaulatan Indonesia di tengah ketidakpastian global.
“Negara yang sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan,” ujar Presiden Prabowo.
Menanggapi arahan tersebut, Pertamina mengoptimalkan seluruh aset produksi hulu untuk memastikan ketersediaan pasokan energi di dalam negeri.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengatakan strategi pertumbuhan ganda menjadi langkah perusahaan dalam menjawab kebutuhan energi nasional sekaligus menghadapi tantangan transisi energi.
“Menjawab kebutuhan dan tantangan dimaksud, Pertamina menjalankan Dual Growth Strategy yang berfokus pada dua pilar utama, yakni Maximizing Legacy Business dan Building Low Carbon Business,” kata Oki.
Produksi Migas Pertamina Capai 935 MBOEPD
Dalam upaya memperkuat lini hulu migas, Pertamina terus menggenjot operasional aset domestik. Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan tingkat produksi minyak dan gas bumi nasional.
“Setiap peningkatan produksi dari lapangan migas merupakan kontribusi nyata Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pengelolaan aset yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan, Pertamina terus mendukung pencapaian target produksi migas nasional,” ujar Oki.
Hingga akhir semester I 2026, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan produksi migas sebesar 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).
Capaian tersebut terdiri atas:
Produksi minyak sebesar 459 ribu barel per hari (MBOPD).
Produksi gas sebesar 2.756 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Pelaksanaan kegiatan workover dan 13.870 kegiatan well service selama Januari hingga Juni 2026.
Selain itu, kegiatan eksplorasi PHE menghasilkan penemuan sumber daya kontingen 2C sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE). Perusahaan juga mencatatkan penemuan cadangan terbukti P1 sebesar 24,9 MMBOE
Pertamina Tingkatkan Kapasitas Kilang
Selain memperkuat sektor hulu, Pertamina juga meningkatkan efisiensi dan kapasitas pengolahan minyak. Salah satu proyek strategis yang dikerjakan adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan keandalan sekaligus kompleksitas kilang. Dengan demikian, kualitas produk bahan bakar yang dihasilkan dapat memenuhi standar emisi yang lebih tinggi.
“Selain memastikan kehandalan kilang, Pertamina juga melakukan peningkatan kompleksitas kilang. Salah satunya melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek yang akan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan menjadi setara Euro 5,” kata Oki.
Melalui optimalisasi produksi migas, penguatan kapasitas kilang, dan pengembangan bisnis rendah karbon, Pertamina berupaya menjaga pasokan energi nasional sembari mempersiapkan sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Dual Growth Strategy Pertamina
Penerapan Dual Growth Strategy menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada bisnis migas yang menjadi fondasi utama perusahaan. Di saat yang sama, perusahaan juga mulai memperluas pengembangan bisnis rendah karbon sebagai bagian dari dukungan terhadap target transisi energi.
Strategi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi nasional dalam jangka pendek dan pembangunan ekosistem energi berkelanjutan untuk masa depan.

