Ponsel Lipat Layar Lebar Bakal Jadi Tren Baru, Sejumlah Merek Besar Siapkan Produk
Pasar ponsel lipat diperkirakan memasuki fase baru dengan hadirnya perangkat berformat layar lebar. Bocoran terbaru menyebut Huawei, Samsung, Apple, Honor, Oppo, hingga Xiaomi tengah dikaitkan dengan pengembangan foldable yang mengutamakan bidang layar lebih horizontal ketimbang desain tinggi dan sempit yang selama ini dominan.
Model ini berpotensi mengubah fungsi ponsel lipat dari sekadar smartphone berlayar besar menjadi perangkat produktivitas ringkas yang lebih menyerupai tablet kecil saat dibuka.
Format yang lebih mendatar
Foldable model buku saat ini umumnya memakai layar luar yang tinggi dan ramping. Ketika dibuka, layar utamanya memang luas, tetapi proporsinya masih cenderung vertikal. Konsep wide-screen foldable menawarkan pendekatan berbeda: bodi dibuat lebih pendek dan lebar, sementara layar bagian dalam dapat memakai rasio yang mendekati 4:3.
Rasio tersebut dinilai lebih nyaman untuk beberapa aktivitas, termasuk membuka dua aplikasi berdampingan, membaca dokumen, mengedit presentasi, bermain gim, dan menonton video. Samsung, misalnya, telah dikaitkan dengan foldable layar dalam sekitar 7,6 inci berformat 4:3, sedangkan bocoran perangkat lipat pertama Apple mengarah ke layar internal sekitar 7,8 inci dengan desain buku. Namun, spesifikasi maupun nama produk Apple belum diumumkan secara resmi.
Huawei memulai arah baru
Huawei menjadi salah satu merek yang paling awal mengeksplorasi format ini melalui seri Pura X. Laporan lain menyebut perusahaan tersebut juga dikaitkan dengan Pura X Max, perangkat foldable yang dirumorkan mengusung layar utama sekitar 7,5 inci dan layar luar sekitar 5,3 inci.
Kehadiran perangkat semacam ini menunjukkan bahwa produsen tidak lagi memandang bentuk ponsel tinggi sebagai satu-satunya format ideal. Layar yang lebih melebar dapat membuat aplikasi, konten visual, serta antarmuka multitasking terasa lebih alami ketika perangkat dibuka.
Persaingan akan semakin ketat
Bocoran tersebut juga menyebut Honor dan Oppo dilaporkan tengah mengembangkan foldable layar lebar. Honor disebut masih berada dalam tahap pengujian, sementara keterlibatan Oppo memperlihatkan bahwa tren ini tidak hanya menjadi persaingan antara Huawei, Samsung, dan Apple.
Sebelumnya, laporan pada Juni 2026 sempat menyebut Huawei, Apple, dan Xiaomi sebagai tiga merek yang paling dekat dengan kategori foldable layar lebar. Jika lebih banyak produsen benar-benar masuk, segmentasi pasar ponsel lipat dapat berkembang: pengguna bisa memilih model yang ramping-tinggi untuk mobilitas atau model lebar untuk pengalaman ala tablet mini.
Tantangan yang tetap ada
Meski menjanjikan, format layar lebar tidak otomatis tanpa kompromi. Bodi yang lebih melebar dapat terasa kurang nyaman digunakan dengan satu tangan saat perangkat tertutup. Produsen juga harus memastikan bobot, ketebalan, durabilitas engsel, kualitas kamera, dan optimalisasi aplikasi tetap kompetitif.
Selain itu, sebagian besar informasi saat ini masih berasal dari bocoran dan laporan rantai pasok. Jadwal peluncuran, spesifikasi final, serta ketersediaan global setiap perangkat dapat berubah sebelum diumumkan oleh masing-masing perusahaan.
Foldable layar lebar berpeluang menjadi arah desain berikutnya dalam industri smartphone. Jika implementasinya matang, perangkat ini dapat menjembatani kebutuhan ponsel sehari-hari dan tablet produktivitas dalam satu perangkat yang lebih praktis.

