Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (7/8/2026), setelah ditutup melemah tipis pada sesi sebelumnya. Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 8,67 poin atau 0,14 persen ke level 6.352,38. Hingga pukul 09.09 WIB, indeks menguat 0,45 persen ke posisi 6.372,533.
Pergerakan IHSG hari ini masih dipengaruhi oleh sentimen global, arah harga komoditas, nilai tukar rupiah, serta penantian investor terhadap data cadangan devisa Indonesia dan laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat.
IHSG Berpotensi Sideways
Pada perdagangan Kamis (6/8/2026), IHSG ditutup turun 0,12 persen ke level 6.343,71. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.324,06 hingga 6.388,20, sementara investor asing mencatatkan aksi jual bersih di pasar reguler sekitar Rp217,24 miliar.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada perdagangan Jumat dengan rentang 6.300–6.400. Area tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena indeks masih berusaha mencari arah setelah mengalami koreksi ringan.
Secara teknikal, Kiwoom Sekuritas menilai struktur bullish jangka pendek IHSG masih terjaga selama indeks mampu bertahan di atas area 6.320–6.330. Jika level tersebut bertahan, IHSG berpeluang menguji resistance 6.377 hingga 6.420. Namun, penembusan ke bawah 6.320 dapat membuka ruang koreksi menuju area EMA50.
Level Penting IHSG
Support: 6.320–6.330.
Resistance terdekat: 6.377.
Resistance berikutnya: 6.400–6.420.
Proyeksi pergerakan: sideways dengan kecenderungan menguat terbatas.
Sentimen Pasar Hari Ini
Dari pasar global, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Dow Jones turun 0,85 persen, S&P 500 terkoreksi 0,18 persen, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,06 persen. Investor global juga melakukan aksi ambil untung setelah reli pada awal Agustus.
Harga minyak mentah menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz. Harga Brent tercatat naik lebih dari 4 persen menjadi sekitar 82,8 dolar AS per barel, sedangkan minyak WTI menguat sekitar 3 persen ke level 77,5 dolar AS per barel. Kondisi ini berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham sektor energi, tetapi dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Investor domestik juga mencermati sejumlah agenda ekonomi, termasuk data cadangan devisa Indonesia dan pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia. Selain itu, data Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed.
Rekomendasi Saham Hari Ini
| (Foto Saham BUMI dari Google Finansial) |
|
Saham |
Strategi |
Area beli |
Target harga |
Cut loss |
|
BMRI |
Speculative buy |
Rp4.180–Rp4.200 |
Rp4.220–Rp4.260 |
Di bawah Rp4.170 |
|
BUMI |
Speculative buy |
Rp176–Rp179 |
Rp182–Rp188 |
Di bawah Rp172 |
|
AMMN |
Speculative buy |
Rp4.300–Rp4.320 |
Rp4.390–Rp4.460 |
Di bawah Rp4.280 |
|
BIPI |
Speculative buy |
Rp153–Rp154 |
Rp156–Rp163 |
Di bawah Rp150 |
|
VKTR |
Speculative buy |
Rp845–Rp860 |
Rp880–Rp905 |
Di bawah Rp830 |
|
BRPT |
Speculative buy |
Rp1.855–Rp1.875 |
Rp1.890–Rp1.910 |
Di bawah Rp1.850 |
Rekomendasi BMRI, BUMI, AMMN, BIPI, VKTR, dan BRPT tersebut diberikan dengan pendekatan speculative buy, sehingga investor perlu memperhatikan volume transaksi dan disiplin terhadap batas kerugian.
Selain enam saham tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan investor mencermati BNBR, MEDC, PTRO, dan SSIA dengan strategi buy on weakness. Area yang diperhatikan antara lain BNBR di kisaran Rp120–Rp129, MEDC Rp1.425–Rp1.505, serta PTRO Rp5.500–Rp5.725.
Alternatif Saham Energi
Saham sektor energi berpotensi mendapat sentimen dari kenaikan harga minyak. Namun, strategi pembelian tetap perlu dilakukan secara selektif karena pergerakan sektor komoditas sangat sensitif terhadap perubahan harga global dan perkembangan geopolitik.
Mirae Asset Sekuritas juga memasukkan BBTN, BUMI, dan ENRG dalam daftar saham yang dapat dicermati. BBTN memiliki area akumulasi Rp1.180–Rp1.230, sedangkan BUMI direkomendasikan pada area Rp163–Rp183 dengan target bertahap Rp188, Rp196, hingga Rp224. ENRG berada pada area akumulasi Rp1.205–Rp1.385 dengan target Rp1.400, Rp1.545, dan Rp1.860.
Strategi Investor
Investor jangka pendek dapat menggunakan strategi buy on weakness selama IHSG mampu bertahan di atas support 6.320. Pembelian sebaiknya dilakukan secara bertahap, terutama pada saham yang memiliki likuiditas tinggi dan didukung volume transaksi.
Sebaliknya, investor perlu mewaspadai aksi profit taking apabila IHSG kembali mendekati area resistance 6.377–6.400. Kiwoom Sekuritas menyarankan akumulasi kembali dilakukan setelah indeks mampu bertahan di atas 6.320 dan menunjukkan tanda penguatan lanjutan.
Disclaimer: Artikel ini disusun hanya untuk keperluan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu terapkan manajemen risiko (stop loss) dan analisis mandiri sebelum melakukan transaksi.

