Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026, setelah sehari sebelumnya terkoreksi cukup dalam. Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan Bank Indonesia, aliran dana asing, serta sentimen bursa global.

Pada penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026), IHSG turun 0,86% atau 55,70 poin ke level 6.394,12. IHSG sempat bergerak di level tertinggi 6.490,91, tetapi tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar membuat indeks berakhir di zona merah.

IHSG Dibuka Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026
(Foto IHSG dari Google Finansial)
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi. Pada pukul 09.01 WIB, indeks tercatat berada di level 6.460,28 atau naik 1,03% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini menunjukkan adanya peluang rebound setelah IHSG mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya.

Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas. Pada perdagangan Rabu, sebanyak 238 saham menguat, 363 saham melemah, dan 188 saham stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan jual yang masih cukup luas di pasar saham domestik.

Saham BYAN, AMMN, dan BREN menjadi beberapa emiten yang sebelumnya memberikan tekanan terhadap IHSG. Saham Bayan Resources atau BYAN melemah 9,41% ke Rp15.650, sedangkan AMMN turun 2,59% ke Rp4.140 dan BREN terkoreksi 1,99% ke Rp3.450 per saham.

Sentimen Pasar Hari Ini

Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 19 Agustus 2026. Keputusan tersebut dinilai sudah diantisipasi pasar, sehingga fokus investor kini beralih pada arahan BI mengenai stabilitas rupiah, likuiditas, serta peluang perubahan suku bunga ke depan.

Beberapa sentimen yang dapat memengaruhi IHSG antara lain:

Potensi aksi beli setelah koreksi indeks pada perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Arah bursa saham Asia dan Wall Street.

Aliran dana asing di pasar reguler.

Pergerakan saham komoditas dan saham berkapitalisasi besar.

Ekspektasi investor terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dan agenda MSCI.

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG memiliki peluang menguat menuju area 6.512–6.544 dalam skenario positif. Level support IHSG berada di sekitar 6.296 dan 6.201, sedangkan resistance berada di 6.599 dan 6.763.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan area support 6.320 dan resistance 6.460.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026
(Foto Saham BBCA dari Google Finansial)
Berikut sejumlah saham yang masuk radar analis untuk perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026:

Kode saham

Rekomendasi

Target atau area perhatian

PWON

Buy

Dipilih Pilarmas Investindo Sekuritas

MEDC

Buy atau trading

Dipilih Pilarmas dan MNC Sekuritas

ELSA

Buy

Menjadi pilihan Pilarmas Investindo Sekuritas

ASII

Buy on weakness

Area beli Rp4.560–Rp4.710; target Rp4.920 dan Rp5.150; stop loss di bawah Rp4.500

ENRG

Buy atau trading

Masuk pilihan MNC Sekuritas

ICBP

Buy atau trading

Masuk pilihan MNC Sekuritas

BBCA

Watchlist

Bank besar dengan CASA dan kualitas aset yang relatif kuat

BMRI

Watchlist

Berpotensi menjadi pilihan saham perbankan berkapitalisasi besar

ADRO

Watchlist

Saham komoditas yang dicermati analis

PTBA

Watchlist

Berpotensi menjadi pilihan defensif di sektor komoditas

 

Untuk ASII, strategi yang disarankan adalah buy on weakness pada area Rp4.560–Rp4.710. Target kenaikan berada di Rp4.920 dan Rp5.150, dengan batas risiko apabila harga turun di bawah Rp4.500.

Selain rekomendasi tersebut, analis lain turut mencermati MBMA, KOTA, BIPI, ANTM, BUVA, dan GGRM. Salah satu rencana trading yang dipublikasikan mencakup MBMA pada area Rp505–Rp510 dengan target Rp520–Rp540, serta ANTM pada area Rp3.000–Rp3.030 dengan target Rp3.080–Rp3.150.

Strategi Investor

Investor dengan profil agresif dapat memanfaatkan peluang rebound, tetapi sebaiknya tetap menggunakan batas kerugian karena tren IHSG masih menghadapi tekanan eksternal dan aliran dana asing yang terbatas.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan analisis edukatif, bukan merupakan ajakan mutlak untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi dan risiko sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

Next Post Previous Post