Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 31 Agustus 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 31 Agustus 2026
IHSG diproyeksikan bergerak terbatas dengan peluang menguat pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026. Investor tetap perlu mengantisipasi volatilitas karena pasar dibayangi sentimen arah suku bunga The Fed, data ekonomi domestik, serta rebalancing indeks MSCI yang efektif mulai 1 September 2026.

IHSG mengakhiri perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, di level 6.518,12 setelah melemah tipis 3,62 poin atau 0,06 persen. Pelemahan terjadi saat 328 saham turun, 276 saham naik, dan 188 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp15,15 triliun.

Prediksi Pergerakan IHSG

Sejumlah analis memiliki pandangan yang bervariasi untuk perdagangan awal pekan. MNC Sekuritas melihat IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan ke area 6.599–6.666 apabila skenario teknikal positif berjalan. Namun, terdapat risiko koreksi menuju area 6.289–6.352 apabila tekanan jual kembali meningkat.

Untuk perdagangan harian Senin, MNC Sekuritas memetakan support IHSG di level 6.506 dan resistance 6.539. Sementara itu, BNI Sekuritas melihat peluang rebound selama indeks bertahan di atas zona support 6.500, dengan area support 6.460–6.500 dan resistance 6.580–6.620.

Kiwoom Sekuritas Indonesia juga menilai peluang penguatan masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas EMA10 sekitar 6.357. Dalam skenario ini, indeks berpotensi menguji 6.551, lalu berlanjut ke 6.635 hingga 6.733. Sebaliknya, penembusan di bawah 6.454 dapat membuka ruang pelemahan menuju 6.385–6.377.

Sentimen Pasar Hari Ini

Beberapa sentimen yang berpotensi memengaruhi gerak IHSG pada Senin antara lain:

Arah kebijakan moneter The Fed setelah Jackson Hole Symposium. Sikap bank sentral AS yang masih cenderung ketat dapat membatasi minat risiko investor pada aset pasar berkembang.

Rilis data inflasi Indonesia Agustus 2026 yang diperkirakan tumbuh 2,86 persen secara tahunan, serta PMI manufaktur Indonesia yang diproyeksikan berada di level 50,5 atau masih ekspansif.

Rebalancing indeks MSCI yang berlaku efektif pada 1 September 2026. Investor mencermati potensi aliran dana keluar akibat penyesuaian bobot saham.

Data ekonomi global, termasuk ISM Manufacturing PMI dan Non-Farm Payrolls Amerika Serikat, Retail Sales Jepang, serta NBS Manufacturing PMI China.

Pergerakan investor asing. Pada perdagangan Jumat lalu, investor asing mencatatkan jual bersih Rp442 miliar, terutama pada saham EMAS, ISAT, AMMN, BRMS, dan ASII.

Rekomendasi Saham Pilihan

Berikut rekomendasi saham dari MNC Sekuritas yang dapat dicermati untuk perdagangan Senin, 31 Agustus 2026.

Saham

Rekomendasi

Area Beli

Target Harga

Stop Loss

AMRT

Buy on Weakness

Rp1.265–Rp1.315

Rp1.455 dan Rp1.520

Di bawah Rp1.230

BUMI

Buy on Weakness

Rp164–Rp184

Rp202 dan Rp224

Di bawah Rp162

INDF

Trading Buy

Rp7.225–Rp7.300

Rp7.450 dan Rp7.650

Di bawah Rp7.200

LSIP

Buy on Weakness

Rp1.420–Rp1.455

Rp1.525 dan Rp1.590

Di bawah Rp1.400


Rekomendasi tersebut didasarkan pada analisis teknikal MNC Sekuritas. AMRT dan BUMI dinilai menarik untuk strategi buy on weakness setelah mengalami koreksi, sedangkan INDF memperoleh rekomendasi trading buy karena masih bergerak di atas MA20 dengan dominasi volume beli. LSIP juga menjadi pilihan buy on weakness setelah sebelumnya menguat tipis ke Rp1.465.

Selain empat saham tersebut, BNI Sekuritas menempatkan INETBULLCUAN, BRPT, TPIA, ENRG, TAPG, dan FORE sebagai saham pilihan untuk dicermati. Salah satu strategi yang disebutkan adalah buy if break CUAN di atas Rp820 dengan target terdekat Rp840–Rp865, serta BRPT dengan rekomendasi speculative buy di area Rp1.800 dan batas risiko di bawah Rp1.770.

Strategi Investor

Investor jangka pendek dapat mempertimbangkan strategi selektif, terutama dengan menunggu konfirmasi arah IHSG di area 6.500. Jika indeks bertahan di atas level tersebut, peluang technical rebound masih terbuka. Namun, apabila IHSG menembus support, disiplin terhadap batas kerugian menjadi penting karena koreksi dapat berlanjut lebih dalam.

Untuk investor yang lebih konservatif, saham defensif dan emiten dengan teknikal relatif kuat seperti INDF, AMRT, serta LSIP dapat menjadi perhatian. Sementara itu, saham berkarakter agresif seperti BUMI, CUAN, BRPT, dan TPIA sebaiknya diperdagangkan dengan manajemen risiko yang lebih ketat mengingat volatilitasnya cenderung tinggi.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi, termasuk risiko keuntungan dan kerugian, menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Next Post Previous Post