Saham BUMI Cetak Laba Bersih USD58,85 Juta Pada Semester I 2026
Lonjakan laba tersebut menjadi sinyal positif bagi investor di tengah dinamika pasar komoditas global. Kenaikan harga komoditas, efisiensi operasional, dan kontribusi dari entitas asosiasi menjadi faktor utama yang mendorong penguatan kinerja perseroan.
Pendapatan Usaha BUMI Naik ke USD866,75 Juta
Pertumbuhan laba bersih BUMI ditopang oleh kenaikan pendapatan usaha yang cukup signifikan. Pada semester I 2026, total pendapatan perseroan mencapai USD866,75 juta, meningkat dari USD677,93 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski beban pokok pendapatan dan beban usaha ikut meningkat, BUMI tetap mampu menjaga profitabilitas. Laba sebelum pajak perusahaan bahkan melonjak menjadi USD104,32 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan USD51,52 juta pada semester I 2025.
Kontribusi dari entitas asosiasi dan ventura bersama juga terbilang besar. Pendapatan dari sektor ini mencapai USD43,85 juta, naik tajam dari USD15,85 juta pada periode sebelumnya.
Arus Kas Operasi Justru Tekan Pengeluaran
Di balik kenaikan laba, arus kas operasional BUMI mencatat defisit yang membesar. Kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi melonjak 633,37 persen menjadi USD64,83 juta, dari sebelumnya USD8,84 juta.
Kondisi ini terjadi karena pengeluaran operasional perseroan membengkak secara bersamaan. Meski penerimaan dari pelanggan meningkat, beban pembayaran perusahaan tetap lebih besar.
Pengeluaran kas tersebut mencakup pembayaran bunga pinjaman, gaji dan hak karyawan, kewajiban pajak, serta pembayaran kepada pemasok. Situasi ini menunjukkan bahwa BUMI masih menghadapi tekanan pada sisi arus kas meskipun laba bersihnya tumbuh tajam.
Aktivitas Investasi dan Pembiayaan Ikut Menguat
Aktivitas investasi BUMI juga menunjukkan penggunaan kas neto yang lebih besar, yakni sebesar USD95,92 juta. Angka ini naik 419,89 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar USD18,45 juta.
Sementara itu, aktivitas pembiayaan justru menghasilkan arus kas masuk yang sangat besar, mencapai USD226,14 juta. Nilai ini meningkat 358,79 persen dari posisi sebelumnya sebesar USD49,29 juta, didorong oleh pencairan pinjaman baru dan penerbitan obligasi.
Kombinasi dari tiga aktivitas utama tersebut membuat posisi kas dan setara kas akhir periode BUMI berada di level USD179,68 juta.
Aset BUMI Tembus USD4,59 Miliar
Dari sisi neraca, total aset BUMI per semester I 2026 tercatat sebesar USD4,59 miliar, naik 9,03 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar USD4,21 miliar.
Total liabilitas perusahaan juga meningkat 23,31 persen menjadi USD1,64 miliar dari sebelumnya USD1,33 miliar. Di sisi lain, ekuitas perseroan tetap tumbuh positif 2,43 persen menjadi USD2,95 miliar.
Perbaikan struktur neraca ini menandakan fundamental BUMI masih cukup solid, meski perusahaan tetap perlu menjaga disiplin dalam pengelolaan kewajiban dan arus kas.
Saham BUMI Ditutup Menguat
| (Foto Saham BUMI dari Google Finansial) |

