Saham BUMI Naik, Pasar Cermati Rencana Akuisisi Loyal Metals
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat signifikan pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Harga saham emiten Grup Bakrie dan Salim tersebut naik ke level Rp191 per saham, seiring perhatian pasar terhadap rencana akuisisi perusahaan pertambangan asal Australia, Loyal Metals Limited.
Transaksi Saham BUMI Capai Rp814,28 Miliar
| (Foto Saham BUMI dari Google Finansial) |
MNC Sekuritas Rekomendasikan Buy on Weakness
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi strategi buy on weakness untuk saham BUMI pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Strategi tersebut menyarankan investor untuk mempertimbangkan pembelian ketika harga saham mengalami pelemahan dalam rentang Rp175–Rp184.
MNC Sekuritas menetapkan target harga pertama saham BUMI di level Rp194 dan target harga kedua pada Rp210. Sementara itu, batas stop loss ditetapkan apabila harga saham turun di bawah level Rp166.
Rekomendasi tersebut diberikan ketika pasar tengah mencermati perkembangan rencana akuisisi BUMI terhadap Loyal Metals Limited, perusahaan pertambangan yang tercatat di Australian Securities Exchange (ASX).
BUMI Beri Penjelasan soal Akuisisi Loyal Metals
Penguatan saham BUMI terjadi setelah perseroan menyampaikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai rencana pengambilalihan Loyal Metals Limited.
Manajemen BUMI menegaskan bahwa penandatanganan scheme implementation deed (SID) bersama Loyal Metals merupakan kesepakatan awal yang berfungsi sebagai panduan dalam proses akuisisi aset perusahaan tersebut.
“Sampai dengan saat ini, proses akuisisi masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham,” ujar perwakilan manajemen BUMI, Sri, dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Dengan demikian, penandatanganan SID belum menandai rampungnya transaksi akuisisi. Realisasi pengambilalihan masih bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan pendahuluan.
Akuisisi Masih Menunggu Persetujuan
Manajemen menjelaskan, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi mencakup persetujuan dari pemegang saham Loyal Metals serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku di Australia.
Selain itu, selama seluruh persyaratan belum terpenuhi, transaksi belum dapat dinyatakan selesai. Proses tersebut juga belum menimbulkan dampak hukum terkait perpindahan kepemilikan Loyal Metals Limited kepada BUMI.
“Persyaratan umum lainnya adalah jika, selama persyaratan-persyaratan tersebut belum seluruhnya terpenuhi, maka transaksi akuisisi belum dapat dinyatakan selesai dan belum menimbulkan akibat hukum apa pun atas perpindahan kepemilikan Loyal Metals Limited kepada perseroan,” jelas Sri.
Profil Aset Loyal Metals
Loyal Metals Limited merupakan perusahaan yang berfokus pada kegiatan eksplorasi mineral kritis, tembaga, dan emas. Perusahaan tersebut memiliki sejumlah aset dan proyek pertambangan yang menjadi perhatian dalam rencana akuisisi BUMI.
Salah satu aset utamanya adalah Highway Reward Copper-Gold Mine yang berlokasi di Queensland, Australia. Selain aset tembaga dan emas, Loyal Metals juga memiliki proyek yang berkaitan dengan komoditas litium.
Rencana akuisisi ini menjadi salah satu faktor yang mendorong perhatian investor terhadap saham BUMI. Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan pemenuhan persyaratan transaksi karena proses pengambilalihan belum mencapai tahap penyelesaian final.

