Saham DSSA Naik 4,21 Persen pada Perdagangan Sesi I

 

Saham DSSA Naik 4,21 Persen pada Perdagangan Sesi I

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 4,21 persen ke level Rp1.115 pada penutupan sesi I perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. Kinerja positif emiten Grup Sinar Mas tersebut terjadi di tengah tingginya aktivitas transaksi dan berlanjutnya tren penguatan saham dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data yang dilansir Investor Daily, volume perdagangan saham DSSA mencapai 247,88 juta lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp274 miliar. Aktivitas perdagangan tercatat sebanyak 24.587 kali di Bursa Efek Indonesia.

Penguatan kali ini memperpanjang tren hijau DSSA yang telah berlangsung sejak 21 Agustus 2026. Dalam kurun tiga bulan terakhir, harga saham perseroan bahkan telah melonjak lebih dari 150 persen.

Transaksi Tinggi dan Perhatian HSC

Saham DSSA Naik 4,21 Persen pada Perdagangan Sesi I
(Foto Saham DSSA dari Google Finansial)
Maybank Sekuritas menilai kenaikan saham DSSA turut ditopang oleh nilai transaksi harian yang sempat menembus Rp2 triliun, menjadi salah satu yang terbesar dalam riwayat perdagangan saham tersebut.

Meski demikian, pasar juga mencermati isu high shareholding concentration (HSC), atau tingginya konsentrasi kepemilikan saham. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam menilai likuiditas serta pergerakan saham DSSA ke depan.

Manajemen DSSA sebelumnya menyatakan komitmennya untuk keluar dari daftar HSC setelah merampungkan aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham atau stock split pada awal tahun ini.

Diversifikasi Jadi Katalis

Maybank Sekuritas melihat terbatasnya tekanan jual dapat membuka ruang penguatan lanjutan bagi saham DSSA. Sentimen tersebut semakin diperkuat oleh rencana perseroan melakukan diversifikasi portofolio bisnis.

“Dengan tekanan jual yang sudah minim, sentimen positif dari DSSA untuk keluar dari daftar HSC berpeluang mendorong penguatan lanjutan. Terutama disokong oleh narasi diversifikasi portofolio dari bisnis batu bara ke geotermal dan data center,” tulis Maybank Sekuritas dalam catatannya.

Ekspansi menuju energi terbarukan, khususnya panas bumi, serta bisnis pusat data dinilai menjadi katalis utama bagi prospek jangka panjang DSSA. Strategi ini juga mencerminkan upaya perseroan untuk mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara dan membangun sumber pertumbuhan baru.


Next Post Previous Post