Saham PACK Melonjak 9,91 Persen Perdagangan Rabu Siang
Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menguat 9,91 persen ke level Rp466 pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 11.19 WIB. Kenaikan tersebut membawa harga saham PACK ke posisi tertinggi dalam enam bulan terakhir.
Mengutip Investor Daily, transaksi saham PACK pada sesi perdagangan itu mencapai 276,11 juta lembar dengan frekuensi 15.405 kali. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp127,3 miliar.
Penguatan saham PACK berlangsung konsisten sejak 20 Agustus 2026. Dalam beberapa hari terakhir, saham emiten yang terafiliasi dengan Haji Isam tersebut tercatat mengalami lonjakan sekitar 10 persen per hari.
Dalam rentang satu bulan, harga saham PACK telah melesat hampir 100 persen. Saham ini sebelumnya berada di level Rp234 dan kini mencapai Rp466.
Struktur Kepemilikan Saham
| (Foto Saham PACK dari Google Finansial) |
Pendapatan Tumbuh 937 Persen
PACK mencatatkan penjualan neto sebesar Rp213 miliar pada semester I-2026. Nilai ini melonjak 937 persen dibandingkan penjualan sebesar Rp20,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp206,65 miliar dari sebelumnya Rp17,18 miliar. Namun, laba bruto perseroan tetap tumbuh menjadi Rp6,34 miliar, dibandingkan Rp3,36 miliar pada semester I-2025.
Perseroan membukukan laba sebelum pajak senilai Rp195,82 miliar. Kinerja ini terutama ditopang oleh bagian laba bersih dari entitas asosiasi yang mencapai Rp202,84 miliar.
Pada akhirnya, PACK mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp190,73 miliar. Capaian tersebut berbanding terbalik dengan kondisi semester I-2025, ketika perseroan masih mencatatkan rugi bersih Rp14,35 miliar.
Aset Naik, Liabilitas Turun Tajam
Total aset PACK per 30 Juni 2026 mencapai Rp5,26 triliun, naik 76 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp2,99 triliun. Peningkatan aset terutama didorong oleh akumulasi kas di bank serta uang muka investasi pada entitas anak.
Di sisi lain, total liabilitas perseroan turun sangat signifikan. Liabilitas PACK menyusut 97 persen dari Rp2,89 triliun per 31 Desember 2025 menjadi Rp73,91 miliar pada akhir Juni 2026.
Penurunan kewajiban tersebut terutama berasal dari pelunasan utang lain-lain terkait investasi perusahaan yang telah direalisasikan. Kombinasi pertumbuhan pendapatan, pembalikan laba, kenaikan a

