Samuel Sekuritas Patok Target Harga Saham BUMI Rp300 Per Lembar
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) diproyeksikan mencatatkan kinerja keuangan yang semakin kuat pada kuartal III-2026. Penguatan tersebut didorong oleh peningkatan produksi emas dari proyek Wolfram, pemulihan laba anak usaha, serta peluang kenaikan harga batu bara.
Proyeksi ini disampaikan Samuel Sekuritas Indonesia dalam riset yang dikutip Investor Daily pada Rabu, 12 Agustus 2026. Dalam riset tersebut, Samuel Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham BUMI dengan target harga mencapai Rp300 per lembar saham.
Target Harga Saham BUMI Rp300
| (Foto Saham BUMI dari Google Finansial) |
Produksi Emas Wolfram Meningkat
BUMI terus melakukan transformasi operasional melalui ekspansi ke sektor emas. Perseroan mengakuisisi proyek emas Wolfram yang mulai berproduksi pada akhir Mei 2026.
Produksi emas dari proyek tersebut diproyeksikan meningkat secara bertahap. Peningkatan ini didukung oleh peralihan sumber material, dari sebelumnya menggunakan persediaan stockpile menjadi bijih yang berasal langsung dari aktivitas penambangan.
Fasilitas Wolfram ditargetkan mencapai kapasitas produksi setara tembaga sebesar 15 kiloton pada 2026. Kenaikan produksi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan dan laba BUMI pada kuartal-kuartal berikutnya.
Selain itu, perseroan menargetkan penyelesaian akuisisi Loyal Metal Mining pada Agustus 2026. Proses tersebut dilakukan setelah BUMI memperoleh persetujuan dari para pemegang saham.
Pendapatan Semester I-2026 Tumbuh 27,9 Persen
Kinerja keuangan BUMI menunjukkan pertumbuhan positif hingga kuartal II-2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$449 juta pada kuartal II-2026, naik 7,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Secara kumulatif, total penjualan BUMI sepanjang semester I-2026 mencapai US$867 juta. Angka tersebut tumbuh 27,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas, BUMI mencatatkan laba bersih sebesar US$35 juta pada kuartal II-2026. Sementara itu, laba bersih secara kumulatif selama enam bulan pertama 2026 mencapai US$59 juta.
Namun, perseroan masih menghadapi tekanan biaya operasional. Biaya penambangan sempat meningkat menjadi US$8,3 per juta bank cubic meter akibat lonjakan harga bahan bakar.
Risiko Investasi Saham BUMI
Meskipun prospeknya dinilai positif, Samuel Sekuritas mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan sejumlah risiko. Salah satunya adalah potensi pelemahan harga batu bara dalam jangka pendek setelah penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) per Juli 2026.
Risiko lain berkaitan dengan potensi keterlambatan dalam pelaksanaan akuisisi. Apabila proses akuisisi tidak berjalan sesuai target, kontribusi bisnis baru terhadap kinerja keuangan BUMI dapat ikut tertunda.
Investor juga perlu mencermati dinamika harga emas global. Perubahan harga komoditas tersebut dapat memengaruhi pendapatan dan profitabilitas dari bisnis emas yang sedang dikembangkan perseroan.
Prospek Saham BUMI
Dengan adanya peningkatan produksi emas Wolfram, potensi pemulihan laba anak usaha, serta peluang penguatan harga batu bara, kinerja BUMI diperkirakan semakin solid pada kuartal III-2026.
Target harga Rp300 per saham dari Samuel Sekuritas mencerminkan optimisme terhadap strategi diversifikasi BUMI dan prospek bisnis komoditas perseroan. Kendati demikian, investor tetap perlu mempertimbangkan volatilitas harga batu bara dan emas, perkembangan akuisisi, serta kondisi operasional sebelum mengambil keputusan investasi.

