Sefas Group Akuisisi 100 Persen SPBU Shell di Indonesia

Sefas Group Akuisisi 100 Persen SPBU Shell di Indonesia

Sefas Group memastikan fokus utama mereka pascaakuisisi 100% bisnis SPBU Shell di Indonesia adalah kelancaran transisi kepemilikan dan kesinambungan operasional, sembari menunggu persetujuan regulator. Langkah ini diambil untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan, karyawan, dan mitra tetap stabil tanpa gangguan.

Fokus Transisi dan Operasional

Sefas Group memprioritaskan penyelesaian proses transisi kepemilikan dari pemilik sebelumnya agar tidak ada gangguan layanan bagi masyarakat. Manajemen menegaskan bahwa ambisi mereka adalah membangun bisnis ritel energi yang tepercaya dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi serta kebutuhan energi nasional.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan kelancaran proses transisi dan kesinambungan operasional,” ujar perwakilan manajemen Sefas Group.

Merek Shell Tetap Dipertahankan

Meski kepemilikan telah beralih sepenuhnya ke Sefas Group, identitas visual dan brand Shell di jaringan SPBU tidak akan berubah. Pelanggan tetap akan melihat merek Shell di Indonesia melalui skema lisensi merek, dengan jaminan kesinambungan layanan.

“Pelanggan juga akan tetap melihat merek Shell di Indonesia melalui skema lisensi merek, dengan fokus pada kesinambungan layanan bagi pelanggan, karyawan, dan mitra,” tegas perwakilan manajemen Sefas Group.

Konfirmasi dari Pimpinan Sefas Group

Kepastian transaksi akuisisi ini telah dikonfirmasi langsung oleh Ricky Roesli, Chief Executive Officer (CEO) Sefas Group. Ia menyatakan kebanggaan Sefas sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia untuk mengambil langkah bisnis berikutnya ini.

“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Sefas bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar Ricky Roesli.

Proses Akuisisi Mandiri dan Menunggu Persetujuan Regulator

Akuisisi ini dilakukan secara mandiri oleh Sefas Group tanpa melibatkan skema usaha patungan atau joint venture. Saat ini, rampungnya transaksi masih menunggu persetujuan resmi dari regulator terkait di Indonesia, dengan target penyelesaian diperkirakan berlangsung pada tahun 2026.

“Seluruh pihak tetap berkomitmen pada proses ini,” ujar Ingrid Siburian, General Manager Mobility Shell Indonesia.

Shell Indonesia juga mengapresiasi dukungan instansi pemerintah dalam mengawal proses alih kepemilikan jaringan ritel BBM ini.

Profil Singkat Sefas Group

Sefas Group merupakan distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia dan kini memperluas bisnisnya ke ritel energi melalui akuisisi SPBU Shell. Langkah ini dinilai strategis karena potensi jangka panjang yang kuat pada pasar ritel energi di Tanah Air.

Next Post Previous Post