Semen Indonesia Genjot Pasokan Semen di Aceh untuk Stabilkan Harga Pasar

Semen Indonesia Genjot Pasokan Semen di Aceh untuk Stabilkan Harga Pasar

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG mempercepat pemulihan pasokan semen di wilayah Aceh untuk mengatasi keterbatasan stok dan fluktuasi harga di pasar. Perseroan mengoptimalkan jaringan produksi, distribusi, dan logistik dalam SIG Group.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra turun langsung ke lapangan untuk memimpin koordinasi percepatan pasokan. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan pasar yang berdampak pada minimnya ketersediaan semen di sejumlah wilayah Aceh.

Tinjau Fasilitas Produksi di Lhoknga

Dalam kunjungan kerjanya, Indrieffouny meninjau operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga. Peninjauan tersebut mencakup kesiapan produksi, proses distribusi, serta rantai logistik yang menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan pasokan semen.

Manajemen SIG juga menggelar rapat koordinasi bersama jajaran pimpinan lokal. Selain itu, perseroan melakukan inspeksi terhadap jaringan distribusi dan berdialog secara langsung dengan sejumlah distributor utama di pasar.

“Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar,” ujar Indrieffouny dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Maksimalkan Produksi dan Distribusi

Untuk mempercepat pemulihan kondisi pasar, emiten berkode saham SMGR tersebut menyiapkan sejumlah strategi operasional. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memaksimalkan volume pengeluaran semen dari Pabrik Lhoknga dan Packing Plant Lhokseumawe.

SIG juga menambah pasokan ke pasar melalui pengoperasian Packing Plant Malahayati. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan semen dan memperlancar penyaluran produk ke berbagai wilayah di Aceh.

Di sisi logistik, koordinasi dengan mitra pengangkutan, distributor, dan pemerintah daerah terus diperkuat. Perseroan turut menerapkan sistem pemantauan harian terhadap tingkat stok, alur distribusi, serta perubahan permintaan pasar.

Sistem pemantauan tersebut menjadi dasar bagi SIG dalam mengambil keputusan operasional secara cepat dan tepat. Dengan demikian, setiap potensi hambatan dalam proses distribusi dapat segera diidentifikasi dan ditangani.

Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Indrieffouny menegaskan bahwa tantangan distribusi semen di Aceh membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Karena itu, SIG membentuk mekanisme koordinasi lintas fungsi agar kendala yang muncul di lapangan dapat segera diselesaikan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin,” katanya.

Selain menjaga kelancaran pasokan, SIG terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan jaringan distributor. Komunikasi tersebut dilakukan untuk memastikan tata niaga semen berjalan secara tertib, efisien, dan bertanggung jawab.

Perseroan juga mengimbau seluruh mitra penyalur menerapkan praktik distribusi yang sehat agar produk semen dapat tersalurkan secara merata kepada konsumen akhir.

SIG menilai keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pasokan semen di Aceh. Ketersediaan semen yang memadai diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur, sektor perumahan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Next Post Previous Post