Thunderobot Blade 60 Resmi Meluncur, Controller Gaming dengan Polling Rate 8KHz
Thunderobot resmi memperkenalkan Blade 60, controller gaming baru untuk PC dan konsol yang membawa polling rate hingga 8KHz, joystick TMR dengan tingkat kekencangan yang dapat diatur, serta trigger Hall-effect. Harga Thunderobot Blade 60 dibanderol 449 yuan atau sekitar Rp1,18 juta, sementara harga promonya 399 yuan atau sekitar Rp1,05 juta.
Konversi tersebut menggunakan kurs sekitar Rp2.640 per 1 yuan. Harga di Indonesia nantinya dapat berbeda karena biaya impor, pajak, dan margin penjual.
Harga Thunderobot Blade 60
|
Varian harga |
Harga yuan |
Perkiraan harga rupiah |
|
Harga normal |
449 yuan |
Sekitar Rp1,18 juta |
|
Harga promo peluncuran |
399 yuan |
Sekitar Rp1,05 juta |
Blade 60 saat ini tersedia di pasar China. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal penjualan global maupun ketersediaannya di Indonesia.
Andalkan Koneksi 8KHz
Thunderobot Blade 60 mendukung tiga metode konektivitas, yaitu kabel USB, wireless 2,4GHz melalui receiver khusus, serta Bluetooth. Mode kabel dan koneksi wireless 2,4GHz sama-sama mendukung polling rate hingga 8KHz.
Polling rate merupakan frekuensi controller mengirimkan data input ke perangkat. Semakin tinggi angkanya, semakin sering input diperbarui. Pada 8.000Hz, controller secara teoritis memperbarui data setiap sekitar 0,125 milidetik.
Fitur ini dapat menjadi nilai jual bagi pemain kompetitif, khususnya untuk gim fighting, shooter, atau rhythm game yang membutuhkan input cepat. Namun, manfaat sebenarnya juga dipengaruhi oleh gim, PC, koneksi, serta layar yang digunakan.
Joystick TMR dan Trigger Ganda
Blade 60 memakai joystick TMR atau tunnel magnetoresistance dengan resolusi 12-bit. Artinya, joystick ini memiliki 4.096 tingkat presisi input untuk pergerakan analog yang lebih halus.
Thunderobot juga menggunakan koneksi bus langsung pada stick untuk memangkas proses internal yang berpotensi menambah latensi. Menariknya, tingkat resistansi fisik thumbstick dapat diatur secara manual. Pengguna bisa membuat stick terasa lebih ringan atau lebih berat sesuai preferensi.
Bagian trigger mengusung mekanisme dua mode yang dapat dipilih memakai sakelar fisik di belakang controller:
Mode Hall-effect linear, untuk mendeteksi jarak tekan trigger secara presisi. Mode ini ditujukan untuk gim balap, simulasi, atau permainan yang memerlukan kontrol akselerasi dan pengereman bertahap.
Mode micro-switch, yang memangkas jarak tekan trigger menjadi 2 mm agar tombol lebih cepat aktif. Pengaturan ini lebih cocok untuk gim FPS atau shooter kompetitif.
Tombol Optik dan Enam Tombol Tambahan
Tombol ABXY pada Thunderobot Blade 60 menggunakan optical micro-switch. Alih-alih mengandalkan kontak logam fisik, tombol bekerja menggunakan inframerah untuk mendeteksi tekanan.
Desain tersebut diklaim membantu mengurangi risiko masalah double-click dan keausan pada kontak tombol. Thunderobot menyebut tombol ABXY-nya memiliki ketahanan hingga 10 juta kali tekanan.
D-pad-nya memakai desain floating omnidirectional dan dibekali dua pilihan penutup yang dapat ditukar:
Bentuk silang klasik.
Bentuk cakram melingkar.
Controller ini turut menyediakan enam tombol mekanis yang bisa diprogram, terdiri dari dua shoulder bumper tambahan dan empat paddle belakang. Seluruh tombol tersebut dapat dipetakan ke input biasa maupun macro melalui software Thunderobot di PC.
Pengguna juga dapat menyimpan beberapa profil pengaturan langsung ke memori internal controller. Dengan begitu, konfigurasi tombol tidak harus diatur ulang setiap kali berpindah perangkat.
Baterai, Getaran, dan Kompatibilitas
Thunderobot Blade 60 dibekali baterai berkapasitas 1.200mAh. Bodinya menggunakan grip karet bertekstur laser-etched pada bagian depan dan belakang untuk membantu pegangan saat bermain.
Untuk fitur getaran, controller ini membawa motor H-bridge pada grip utama dan trigger. Intensitas feedback getaran dapat diatur, sehingga sensasi bermain bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Fitur lain yang tersedia meliputi giroskop enam sumbu untuk motion control. Blade 60 kompatibel dengan PC dan Nintendo Switch. Thunderobot juga menyebut controller ini dirancang agar dapat mendukung Switch 2, termasuk fitur remote wake-up melalui tombol Home.
Dengan kombinasi polling rate 8KHz, joystick TMR, trigger Hall-effect, tombol optik, dan paddle belakang, Thunderobot Blade 60 menyasar gamer yang mencari controller serbaguna untuk permainan kompetitif maupun kasual. Namun, konsumen Indonesia masih perlu menunggu kepastian soal distribusi resmi dan harga lokalnya.

