Update Harga Emas Dunia: USD 4.580/Ounce pada Jumat 28 Agustus 2026

Update Harga Emas Dunia: USD 4.580/Ounce pada Jumat 28 Agustus 2026

Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Pada sesi Asia, harga emas spot atau XAU/USD berada di kisaran USD 4.580 per ounce, setelah sebelumnya sempat bertahan di area USD 4.600 per ounce.

Pelemaha ini terjadi ketika pelaku pasar menanti sinyal kebijakan suku bunga Amerika Serikat dari agenda Jackson Hole. Emas dunia masih berada di level tinggi, tetapi pergerakannya cenderung terbatas karena investor melakukan aksi ambil untung usai kenaikan pada perdagangan sebelumnya.

Harga Emas Dunia Hari Ini

Update Harga Emas Dunia: USD 4.580/Ounce pada Jumat 28 Agustus 2026
(Foto Harga Emas Dunia dari TradingView)
Berdasarkan pergerakan pasar pada Jumat pagi, harga emas spot berada di area USD 4.580 per troy ounce. Sejumlah laporan mencatat emas sempat bergerak di rentang USD 4.589 hingga USD 4.603 per ounce, menunjukkan volatilitas masih terjadi di sekitar level psikologis USD 4.600 per ounce.

Harga emas berjangka AS untuk kontrak Desember 2026 juga tercatat melemah. Kontrak tersebut berada di kisaran USD 4.642,60 per ounce, turun sekitar 0,5 persen pada perdagangan pagi.

Faktor Penggerak Harga Emas

Pergerakan emas hari ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global, terutama arah kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed.

Pasar menantikan pidato pejabat The Fed dalam agenda Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga AS.

Data inflasi AS membuat pasar kembali menghitung peluang perubahan suku bunga, sehingga pergerakan emas menjadi lebih hati-hati.

Penguatan atau pelemahan dolar AS tetap menjadi faktor utama karena emas diperdagangkan menggunakan mata uang dolar.

Investor juga melakukan profit taking setelah harga emas naik dan sempat menyentuh level tinggi dalam beberapa sesi sebelumnya.

Harga emas umumnya cenderung sensitif terhadap ekspektasi suku bunga. Saat pasar memperkirakan suku bunga akan lebih tinggi atau bertahan lama, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas dapat tertekan. Sebaliknya, prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung daya tarik emas.


 

Next Post Previous Post