WhatsApp Mulai Uji Fitur Scam Alert di Android, Bantu Deteksi Pesan Penipuan
WhatsApp mulai menggulirkan fitur Scam Alert kepada sebagian pengguna beta di Android. Fitur opsional ini dirancang untuk memberi peringatan ketika sistem mendeteksi pesan dari pengirim tak dikenal yang berpotensi mengandung modus penipuan.
Fitur tersebut sebelumnya diketahui masih dalam tahap pengembangan sejak Juni 2026. Meta kemudian menjelaskan detailnya pada pertengahan Agustus, dan kini Scam Alert telah ditemukan pada WhatsApp beta Android versi 2.26.34.1.
Cara kerja Scam Alert WhatsApp
Scam Alert memakai model machine learning yang berjalan langsung di perangkat pengguna atau on-device. Ketika ada pesan masuk dari nomor tidak dikenal dan sistem menilai pesan tersebut berpotensi sebagai penipuan, WhatsApp akan menampilkan peringatan kepada penerima.
Menariknya, pengirim pesan tidak akan mengetahui apabila penerima mengaktifkan Scam Alert. Dengan begitu, pengguna dapat menilai situasi secara lebih aman tanpa memberi tanda kepada pelaku bahwa pesannya telah dicurigai.
Saat peringatan muncul, pengguna akan memperoleh beberapa pilihan tindakan, seperti:
Menandai pengirim atau percakapan sebagai pihak tepercaya.
Memblokir akun pengirim.
Melaporkan pengirim yang dicurigai melakukan penipuan.
Membagikan hingga lima pesan terakhir dari percakapan kepada WhatsApp jika chat ditandai sebagai tepercaya, untuk membantu meningkatkan akurasi sistem.
Tetap menjaga enkripsi pesan
Meta menegaskan bahwa proses klasifikasi Scam Alert tidak mengirim isi pesan ke server WhatsApp, Meta, maupun pihak lain. Analisis awal dilakukan di perangkat pengguna, sehingga fitur ini disebut tetap melengkapi sistem enkripsi end-to-end yang digunakan WhatsApp.
Artinya, isi percakapan pribadi tetap terlindungi. Pesan juga tidak otomatis dilaporkan hanya karena sistem memunculkan peringatan. Keputusan untuk memblokir, melaporkan, atau membagikan informasi percakapan tetap berada di tangan pengguna.
Pendekatan ini penting karena modus penipuan lewat aplikasi pesan umumnya memakai teknik sosial, misalnya mengaku sebagai keluarga, pihak bank, kurir, layanan pelanggan, hingga menawarkan hadiah atau pekerjaan palsu. Peringatan tambahan dapat membantu pengguna berhenti sejenak sebelum mengklik tautan, mengirim uang, atau memberikan data pribadi.
Cara mengaktifkan fitur Scam Alert
Scam Alert bukan fitur yang aktif secara otomatis. Pengguna Android yang sudah kebagian akses beta perlu menyalakannya secara manual melalui menu berikut:
Buka aplikasi WhatsApp.
Masuk ke Settings atau Pengaturan.
Pilih menu Account atau Akun.
Cari opsi Scam Alert, lalu aktifkan fitur tersebut.
Belum ada tanggal resmi mengenai kapan Scam Alert akan tersedia secara luas untuk seluruh pengguna WhatsApp, termasuk pengguna versi stabil dan iPhone. Namun, kehadirannya pada WhatsApp beta Android mengindikasikan bahwa perilisan publik kemungkinan tidak akan terlalu lama lagi.
Tetap waspada meski ada fitur baru
Scam Alert dapat menjadi lapisan keamanan tambahan, tetapi pengguna tetap perlu berhati-hati karena tidak semua pesan mencurigakan pasti langsung terdeteksi. Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, kata sandi, atau data identitas kepada pihak yang menghubungi lewat chat.
Selain itu, pengguna sebaiknya memverifikasi informasi melalui kanal resmi apabila menerima pesan soal hadiah, transaksi mencurigakan, perubahan rekening, atau permintaan uang mendesak. Fitur keamanan membantu mengurangi risiko, tetapi kebiasaan mengecek ulang tetap menjadi perlindungan utama.

