Bitcoin Bertahan di Atas US$80.000, Target US$100.000 Mulai Diperhitungkan
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu, 30 September 2026 pukul 06.15 WIB, Bitcoin naik 0,45% ke level US$83.801. Sebelumnya, harga Bitcoin sempat menyentuh titik terendah sekitar US$82.516 dan level tertinggi sekitar US$87.315 pada pekan sebelumnya.
Emas Tertekan, Bitcoin Relatif Stabil
| (Foto Harga Bitcoin dari TradingView) |
Pola Double Bottom
Level US$80.000 menjadi area penting bagi Bitcoin. Menurut Direktur Global Macro Fidelity Investments, Jurrien Timmer, keberhasilan Bitcoin menembus dan bertahan di atas level tersebut berpotensi mengonfirmasi pola teknikal double bottom.
Pola ini terbentuk dari dua titik terendah yang dipisahkan oleh satu puncak di tengahnya. Dalam analisis Timmer, Bitcoin mencatat dua titik rendah di sekitar US$60.033 dan US$57.742, dengan area US$82.800 sebagai puncak di antara keduanya.
Jika pola tersebut terkonfirmasi, target teknikal Bitcoin berpotensi mengarah ke US$100.000. Meski demikian, pola double bottom bukan jaminan kenaikan dan tetap membutuhkan dukungan volume serta permintaan yang kuat.
Aktivitas Opsi Mengarah ke Level Lebih Tinggi
Pasar opsi juga memperlihatkan minat investor terhadap level harga yang lebih tinggi. Di bursa Deribit, call option Bitcoin dengan harga kesepakatan US$90.000 memiliki open interest sekitar US$2,45 miliar.
Kontrak pada strike price US$95.000 memiliki open interest sekitar US$2,33 miliar, sedangkan opsi US$100.000 mencapai sekitar US$1,79 miliar. Besarnya posisi tersebut menunjukkan bahwa level US$90.000 hingga US$100.000 menjadi perhatian pelaku pasar.
Namun, aktivitas opsi tidak selalu berarti harga pasti akan naik. Open interest hanya menggambarkan jumlah kontrak yang masih terbuka dan perlu dibaca bersama arah posisi, volume perdagangan, serta kondisi pasar secara keseluruhan.
Permintaan Spot Jadi Penentu
Analis Bitfinex menilai Bitcoin masih membutuhkan permintaan spot yang kuat untuk dapat menembus kembali level US$87.000. Artinya, kenaikan harga perlu didukung pembelian nyata di pasar, bukan hanya aktivitas perdagangan derivatif.
Beberapa faktor yang akan memengaruhi pergerakan Bitcoin ke depan meliputi:
Kekuatan permintaan spot di atas US$80.000.
Kemampuan harga menembus level US$87.000.
Pergerakan imbal hasil Treasury AS.
Likuiditas global dan arah kebijakan moneter.
Perubahan sentimen terhadap aset berisiko.
Selama Bitcoin mampu bertahan di atas US$80.000, peluang menuju US$90.000 dan US$100.000 tetap terbuka secara teknikal. Namun, jika tekanan makroekonomi meningkat atau permintaan melemah, Bitcoin berisiko kembali mengalami volatilitas dan menguji area support sebelumnya.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

