Bitcoin Sempat Tembus 82.000 Dollar AS Pekan Ini
Ringkasan Pergerakan Harga Bitcoin Pekan Ini
| (Foto Harga Bitcoin dari TradingView) |
Mengapa Bitcoin Menguat? Debasement Trade Kembali Hidup
Kenaikan Bitcoin kali ini terkait dengan strategi investasi yang disebut “debasement trade”, yaitu ketika trader mengurangi eksposur terhadap dolar AS dan beralih ke aset alternatif seperti kripto dan emas.
Faktor pendorong yang disebut dalam analisis:
Departemen Keuangan AS dikabarkan akan meningkatkan pembelian obligasi Treasury bertenor panjang.
Imbal hasil obligasi jangka panjang turun.
Dolar AS melemah.
BTC dan emas bergerak naik sebagai respons atas kondisi tersebut.
Dominika Nestarcova, Executive Director Digital Assets Goldman Sachs, menyebut terobosan harga terjadi menjelang akhir Agustus seiring kembalinya minat investor terhadap BTC karena “debasement trade”.
Kripto Lain Juga Ikut Menguat
Penguatan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Beberapa aset kripto utama juga ikut mencatatkan kenaikan:
Ether (ETH): mencapai 2.545,62 dollar AS, level tertinggi sejak 27 Agustus 2026.
Solana (SOL): melonjak ke sekitar 105,70 dollar AS, level tertinggi sejak 31 Agustus 2026.
Bitcoin Sempat Tertekan, Kini Kembali Reli
Sebagian besar tahun 2026, harga Bitcoin tertekan dan bergerak dalam rentang 60.000–70.000 dollar AS sejak awal Juni. Baru pada akhir Agustus, Bitcoin berhasil menembus kembali level 70.000 dollar AS dan terus menguat hingga mencapai zona 80.000 dollar AS pada awal September 2026.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap aset digital mulai membaik, terutama di tengah ketidakpastian di pasar saham, mata uang, dan obligasi yang membuat sebagian investor mencari pelindung nilai (hedge) di luar instrumen tradisional.

