BTN Gandeng Pegadaian Siapkan Layanan Tabungan Emas di Aplikasi Bale

BTN Gandeng Pegadaian Siapkan Layanan Tabungan Emas di Aplikasi Bale

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tengah mempersiapkan peluncuran layanan Tabungan Emas melalui platform digital Bale by BTN. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi perluasan layanan investasi digital bank konvensional yang dijalankan lewat kolaborasi bersama PT Pegadaian (Persero).

Menanti Persetujuan Regulator

SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, mengonfirmasi bahwa fitur investasi emas digital tersebut masih dalam tahap finalisasi perizinan dengan pihak berwenang, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

“Kami melihat prospek bisnis emas masih cukup positif ke depan. Emas memiliki daya tarik yang kuat di masyarakat, baik sebagai pilihan investasi maupun sebagai salah satu cara untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang,” ujar Thomas kepada Kontan, Senin (14/9/2026).

Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, sebelumnya menyebutkan bahwa perseroan menargetkan layanan ini dapat diluncurkan pada akhir 2026, setelah seluruh aspek regulasi, teknologi, dan keamanan terpenuhi.

Fitur dan Manfaat bagi Nasabah

Setelah resmi tersedia, Tabungan Emas di Bale by BTN akan memungkinkan nasabah untuk:

Membuka rekening Tabungan Emas secara digital

Melakukan transaksi jual beli emas dalam aplikasi

Memantau perkembangan portofolio emas secara real-time

Mengakses fitur cicil emas pada tahap awal peluncuran

Integrasi ini dirancang untuk menjawab tren masyarakat yang menginginkan akses investasi serba praktis, terutama di kalangan generasi muda seperti milenial dan Gen Z.

Minat Investasi Emas Masyarakat Meningkat

Langkah BTN memasuki ranah investasi logam mulia ini didorong oleh meningkatnya minat publik terhadap emas. Data Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat alokasi pendapatan masyarakat yang ditempatkan pada instrumen emas dan perhiasan naik dari 34,4% pada Juni 2025 menjadi 36,5% pada Juni 2026.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa emas semakin dipandang sebagai instrumen investasi yang menarik, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi perbankan konvensional untuk mengembangkan layanan investasi emas berbasis digital.

Kolaborasi Strategis dengan Pegadaian

Kerja sama BTN dengan Pegadaian merupakan bagian dari strategi Pegadaian untuk memperluas pasar dan menarik investor muda, khususnya Gen Z. Sebelumnya, Pegadaian telah menggandeng beberapa bank lain untuk menghadirkan Tabungan Emas digital, termasuk BCA, dan berencana menggandeng BNI melalui aplikasi wondr by BNI pada Agustus 2026.

Melalui kolaborasi ini, BTN berharap dapat memperkuat posisi Bale by BTN sebagai super apps yang tidak hanya fokus pada layanan properti dan KPR, tetapi juga ekosistem keuangan digital yang lebih luas.

Transformasi Digital BTN

Langkah ini juga sejalan dengan transformasi digital BTN dari mortgage bank menjadi bank berbasis housing financial ecosystem. Saat ini, Bale by BTN telah memiliki sekitar 4,5 juta pengguna, didukung 358 ribu merchant, 14 ribu developer, dan terintegrasi dengan 59 pemerintah daerah, dengan volume transaksi mencapai 2,63 miliar transaksi senilai Rp134 triliun.

Dengan penambahan fitur Tabungan Emas, BTN berharap dapat semakin memperkuat daya tarik Bale by BTN sebagai platform keuangan digital yang komprehensif bagi nasabah, terutama generasi muda yang ingin memulai investasi emas dengan mudah dan aman.

 

Next Post Previous Post