Eastern Economic Forum 2026, Indonesia dan Rusia Pererat Kemitraan di Sektor Strategis

Eastern Economic Forum 2026, Indonesia dan Rusia Pererat Kemitraan di Sektor Strategis
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral di Vladivostok, Rusia, pada Kamis, 3 September 2026, di sela Eastern Economic Forum (EEF) 2026 untuk mendorong penguatan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Pertemuan Bilateral di Sela EEF 2026

Pertemuan berlangsung dalam format jamuan santap siang yang digelar Putin untuk menyambut Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF ke-11. Dalam sambutannya, Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik sekaligus sahabat terpercaya di ASEAN.

“Ini kali kedua kita bertemu dan saya sangat senang. Hubungan pribadi kita mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” ujar Putin.

Perdagangan RI-Rusia Tumbuh 12% pada 2025

Presiden Putin mengungkapkan bahwa volume perdagangan Indonesia dan Rusia meningkat 12% pada tahun 2025.

“Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun. Perdagangan antara kedua negara kita juga berkembang. Pada tahun lalu, volume perdagangan naik 12%,” kata Putin dalam pertemuan yang disiarkan langsung oleh Sekretariat Presiden.

Data Kementerian Perdagangan mencatat nilai perdagangan Indonesia–Rusia pada 2025 mencapai US$ 4,8 miliar. Rusia juga menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU) dengan kontribusi 90,6% terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.

Fokus Kerja Sama: Pertanian, Kapal, Digital, dan Nuklir

Presiden Putin menegaskan bahwa komisi bersama Rusia–Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis terus aktif. Ia menyoroti sejumlah sektor prioritas untuk pengembangan kerja sama bilateral, yaitu:

Pertanian

Pembangunan kapal

Teknologi digital

Energi, khususnya energi nuklir (PLTN)

“Kami memperhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir,” jelas Putin.

Presiden Putin juga menyebut bahwa kedua negara telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia.

Respons Presiden Prabowo: Siap Tingkatkan Kerja Sama

Presiden Prabowo menyambut baik pernyataan Presiden Putin dan mengakui adanya peningkatan kerja-sama ekonomi dan perdagangan.

“Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat, sebagaimana Yang Mulia telah menyampaikan di bidang ekonomi, perdagangan kita meningkat. Kita juga kerja sama dalam berbagai bidang juga mengalami kemajuan. Dan kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendorong kerja sama di segala bidang demi keuntungan bersama. “Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita,” tegas Prabowo.

Presiden Prabowo juga mendorong agar EEF menjadi jembatan penguatan kerja sama Indonesia–Rusia ke depan.

Delegasi Indonesia dalam Pertemuan

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah menteri, antara lain:

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto

Menteri ESDM: Bahlil Lahadalia

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi: Brian Yuliarto

Menteri Luar Negeri: Sugiono

Sementara itu, Putin juga didampingi sejumlah pejabat tinggi Rusia, termasuk Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.

Konteks Kunjungan Prabowo ke Vladivostok

Kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Vladivostok berlangsung pada 1–4 September 2026 dalam rangka menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama. Selain pertemuan bilateral dengan Putin, Prabowo dijadwalkan menghadiri sesi pleno utama EEF dan menyampaikan pidato bersama Putin serta beberapa pemimpin negara lain.

Kehadiran Indonesia di panggung utama EEF dinilai memperkuat posisi strategis Jakarta dalam kerja sama kawasan Asia-Pasifik, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Next Post Previous Post