Ekspor Produk Halal Indonesia Capai 35,72 Miliar Dollar AS pada Semester I-2026

Ekspor Produk Halal Indonesia Capai 35,72 Miliar Dollar AS pada Semester I-2026

Nilai ekspor produk industri halal Indonesia menembus angka 35,72 miliar dollar AS pada semester pertama 2026, tumbuh 7,22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Capaian ini melanjutkan tren positif sektor halal yang pada 2025 mencatatkan ekspor total 70,73 miliar dollar AS, naik dari 65,2 miliar dollar AS pada 2024.

Tren Pertumbuhan dan Kontribusi Sektor Halal

Sektor halal Indonesia kini tidak lagi terbatas pada makanan dan minuman, melainkan telah meluas ke kosmetik, farmasi, fesyen muslim, hingga produk dan jasa pendukung lainnya. Kontribusi terbesar ekspor masih berasal dari industri makanan dan minuman, diikuti tekstil dan pakaian jadi, kulit dan alas kaki, farmasi, serta perlengkapan rumah tangga.

Di tingkat makro, rantai nilai halal (Halal Value Chain/HVC) menyumbang sekitar 25–27 persen terhadap PDB nasional sepanjang 2025, dengan pertumbuhan 6,21 persen—jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,11 persen. Dalam konteks ini, pariwisata ramah Muslim menyumbang sekitar 5,6 persen dari PDB, makanan-minuman halal 6,73 persen, dan modest fashion 1,16 persen.

Indonesia: Dari Konsumen Menjadi Produsen Halal Dunia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia memiliki dua kekuatan sekaligus: pasar domestik yang besar dan basis industri yang terus berkembang. “Inilah modal yang perlu kita manfaatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi semakin kuat sebagai produsen dan berperan penting dalam rantai pasok halal dunia,” ujarnya di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Data menunjukkan bahwa hingga semester I-2026, terdapat 2,67 juta perusahaan industri yang telah memiliki sertifikat halal, didominasi sektor makanan halal sebanyak 2,32 juta industri, diikuti minuman halal 342,09 ribu industri, serta kimia, farmasi, dan obat tradisional sebanyak 5.341 industri.

Tantangan dan Peluang di Pasar Global

Meski ekspor terus tumbuh, Indonesia masih menghadapi tantangan daya saing di pasar global. Kontribusi ekspor produk halal Indonesia terhadap total impor produk halal negara-negara OKI masih sekitar 3,8 persen, jauh dari sepadan dengan status Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia.

Pada 2024, nilai ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara OKI mencapai 12,51 miliar dollar AS (tumbuh 4,61 persen), sementara impor dari negara OKI tercatat 31,52 miliar dollar AS (naik 6,22 persen).

Di sisi lain, pasar halal global diproyeksikan mencapai 3,56 triliun dollar AS pada 2029, naik dari 2,6 triliun dollar AS pada 2024. Potensi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga tampil sebagai pemain utama dalam industri halal dunia.

Strategi Branding: Dari Halal ke Global

Para praktisi industri menekankan bahwa sertifikasi halal harus diimbangi dengan kualitas produk, inovasi, serta strategi branding yang kuat. Dalam diskusi bertajuk ‘From Halal to Global: Strategi Brand untuk Bertahan dan Berkembang’ di ICE BSD, Tangerang, Karyanto Wibowo, Public Affairs and Sustainability Director Danone Indonesia, menyatakan bahwa halal semakin relevan dalam membangun kepercayaan konsumen.

“Bagi brand, pemenuhan standar halal perlu berjalan bersama dengan kualitas produk, transparansi, serta komitmen terhadap keberlanjutan. Dengan pendekatan tersebut, nilai halal tidak hanya menjadi bagian dari kepatuhan, tetapi juga dapat menjadi pondasi untuk membangun brand yang relevan dan dipercaya di pasar global,” paparnya.

Senada, Candra Winata Alamsyah, Founder & CEO PT Tumbuh Kreatif Indonesia, menambahkan bahwa brand halal perlu memiliki kemampuan untuk berbicara kepada konsumen secara lebih luas.

“Halal bukan hanya tentang label, tetapi juga bagaimana sebuah brand membangun nilai, kualitas, dan cerita yang relevan bagi konsumennya. Ketika hal tersebut dikemas dengan baik dan konsisten, brand lokal memiliki ruang untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global,” ujarnya.

Langkah Pemerintah dan Sektor Swasta

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan ekosistem industri halal dalam negeri, termasuk dengan menggelar Industrial Festival x Halal Indo 2026 untuk menampilkan kesiapan Indonesia menjadi pusat industri halal dunia. Di sisi lain, sektor swasta menilai pemenuhan standar halal mampu memperkuat keberlanjutan brand di tingkat internasional jika dikemas secara konsisten.

Dengan kombinasi dukungan pemerintah, inovasi sektor swasta, dan strategi branding yang tepat, Indonesia berpotensi besar untuk tidak hanya menjadi pasar halal terbesar, tetapi juga pusat produksi dan distribusi produk halal global.

Next Post Previous Post