Generasi Kedua BYD Seagull Tampil Lebih Besar dan Bertenaga
BYD Seagull generasi kedua yang mulai dijuluki “Great Seagull” mengalami lonjakan signifikan pada ukuran bodi, performa motor listrik, dan teknologi pengisian cepat jelang peluncuran resminya di China.
Mobil ini diprediksi menjadi acuan untuk penerus BYD Atto 1 di Indonesia, sementara di sejumlah pasar global model ini dikenal dengan nama Dolphin Mini atau Dolphin Surf.
Desain, dimensi, dan posisi segmen
Perubahan paling mencolok ada pada dimensi: panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.650 mm. Dibanding generasi pertama, panjang bertambah 425 mm dan wheelbase melar 150 mm, menggeser posisinya dari city car mungil ke hatchback kompak sekelas Dolphin.
|
Dimensi |
Generasi 1 |
Generasi 2 (Great
Seagull) |
Kenaikan |
|
Panjang |
3.780 mm |
4.205 mm |
+425 mm |
|
Lebar |
1.715 mm |
1.810 mm |
+95 mm |
|
Tinggi |
1.540 mm |
1.570 mm |
+30 mm |
|
Wheelbase |
2.500 mm |
2.650 mm |
+150 mm |
Dapur pacu: motor lebih kuat, kecepatan lebih tinggi
Generasi baru menggunakan motor listrik tunggal di depan berdaya 95 kW (sekitar 127 hp), naik signifikan dari 55 kW pada varian tertinggi generasi sebelumnya. Kecepatan maksimum juga naik menjadi 150 km/jam (dari 130 km/jam).
Baterai dan jarak tempuh
Seagull generasi kedua diperkirakan membawa dua opsi baterai LFP: 30 kWh dan 39,2 kWh. Berdasarkan siklus uji CLTC, jarak tempuh masing-masing varian disebut mencapai sekitar 320 km dan 420 km; dengan konversi ke WLTP, angka realistis berada di kisaran 259 km dan 340 km.
Flash Charging: pengisian super cepat jadi sorotan
Foto dan dokumen regulasi menunjukkan unit Great Seagull di depan mockup stasiun Flash Charging BYD, mengisyaratkan adopsi sistem pengisian ultra-cepat terbaru yang dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua.
Klaim performa pengisian:
10%–70% dalam 5 menit
10%–97% dalam 9 menit
Pada suhu ekstrem −30°C, waktu pengisian hanya bertambah ~3 menit dibanding kondisi normal
Output stasiun Flash Charging disebut mampu mencapai hingga 1.500 kW per konektor (infrastruktur), dengan fitur ini diprediksi terbatas pada trim tertinggi.
Untuk varian baterai 39,2 kWh, kemampuan pengisian rata-rata diperkirakan sekitar 282 kW (setara 7C), dengan daya sesaat pada fase awal charging berpotensi melampaui 300 kW.
Teknologi bantu berkendara: LiDAR dan DiPilot 300
Pada atap terlihat penambahan sensor LiDAR, menandakan dukungan sistem bantuan berkendara tingkat lanjut disebut DiPilot 300 atau “God’s Eye B” dalam materi BYD. Ini menjadi pembeda penting dibanding generasi sebelumnya yang tidak menyertakan LiDAR.
Implikasi untuk pasar Indonesia (Atto 1)
Meski nama “Atto 1” di Indonesia belum mengonfirmasi jadwal atau spesifikasi resmi generasi baru, dimensi dan performa Seagull generasi kedua memberi gambaran kuat tentang arah produk berikutnya: bodi lebih besar (mendekati Dolphin), motor lebih bertenaga, dan opsi pengisian cepat yang lebih agresif.
Saat ini, Atto 1 di Indonesia ditawarkan dengan baterai 30,08 kWh (jarak tempuh ~300 km) dan 38,88 kWh (~380 km), sehingga varian 39,2 kWh pada Seagull baru dapat menjadi basis yang masuk akal untuk pembaruan di masa depan, jika BYD memutuskan membawa platform ini dengan spesifikasi serupa.

