Harga Perak, Selasa 15 September 2026: Update Harian Terbaru

Harga Perak, Selasa 15 September 2026: Update Harian Terbaru

Harga perak batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Mengikuti tren koreksi emas dan perak di pasar global, harga perak lokal tergerus sebesar Rp 550 per gram (sekitar 1,31%) dibandingkan hari sebelumnya. 

Saat ini, harga dasar perak Antam berada di posisi Rp 41.510 per gram, turun dari level Rp 42.060 per gram pada perdagangan Senin (14/9). 

Daftar Rincian Harga Perak Antam Hari Ini 

Berikut adalah rincian lengkap harga perak Antam berdasarkan jenis dan bobotnya per Selasa, 15 September 2026: 

Perak Murni & Tematik

Jenis & Ukuran Harga Dasar (Rp)     Harga + PPN 11% (Rp)

Koin Perak Gunung Bromo (31,1 gram) 2.694.321 2.990.696

Perak Murni Batangan (250 gram)     10.777.500     11.963.025

Perak Murni Batangan (500 gram)     20.755.000     23.038.050

Perak Heritage 

Ukuran / Bobot Harga Dasar (Rp)     Harga + PPN 11% (Rp)

Perak Heritage (31,1 gram / 1 oz)     1.838.743     2.041.005

Perak Heritage (186,6 gram)     9.911.062     11.001.279

Harga aktual dan real-time, cek logammulia.com.

Sentimen Penggerak Pasar Perak

Harga Perak, Selasa 15 September 2026: Update Harian Terbaru
(Foto Harga Perak Dunia dari TradingView)
Penurunan harga perak domestik ini sejalan dengan melemahnya harga perak spot dunia yang terkoreksi sekitar 2,5% ke kisaran $62,880-63,384 per troy ounce. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan perak hari ini meliputi: 

Ekspektasi Kebijakan Suku Bunga The Fed: Penguatan indeks Dolar AS serta spekulasi pasar terkait arah suku bunga bank sentral AS (The Fed) memberikan tekanan pada aset logam mulia non-bunga.

Korelasi dengan Emas Dunia: Koreksi harga emas global ke level $4.271,59 per ounce menyeret komoditas logam mulia lainnya, termasuk perak dan platinum. 

Permintaan Industri: Perak yang memiliki dualitas peran sebagai aset safe haven sekaligus bahan baku industri rentan mengalami penyesuaian harga di tengah fluktuasi sentimen ekonomi global.


Next Post Previous Post