IHSG Ditutup Melemah 0,33% ke Level 6.441, Tertekan Kenaikan Suku Bunga BoJ
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Penurunan ini terutama dipicu oleh sentimen global setelah Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuannya.
IHSG tercatat turun 21,27 poin atau 0,33% ke posisi 6.441,16. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami tekanan dengan penurunan 8,13 poin atau 1,25% ke level 640,25.
Sentimen Global: The Fed dan BoJ Naikkan Suku Bunga
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Pergerakan dan Statistik Perdagangan
Sepanjang sesi perdagangan Jumat, IHSG bergerak cenderung di zona merah. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.521,02 dan terendah di 6.419,50 sebelum akhirnya menutup di 6.441,16.
Dari sisi partisipasi pasar, tercatat 212 saham naik dan 464 saham turun. Volume perdagangan mencapai 30,38 miliar lembar dengan nilai transaksi sekitar Rp19,25 triliun.
Sektor yang Tertekan
Pelemahan IHSG hari ini terutama didorong oleh tekanan pada sektor konsumer dan real estate. Kedua sektor ini menjadi penyumbang utama penurunan indeks di tengah sentimen suku bunga global yang makin ketat.
Saham-saham big banks juga menjadi sorotan setelah investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) menjelang rapat The Fed dan pengumuman BoJ.
Outlook Pasar Pekan Ini
Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak sideways cenderung melemah seiring berlanjutnya tekanan dari kebijakan suku bunga global. Support IHSG diperkirakan berada di kisaran 6.350–6.400, sementara resisten di level 6.500–6.540.
Pasar kini menunggu respons lebih lanjut dari data inflasi dan langkah bank sentral lainnya. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas akibat sentimen eksternal.

