IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.599, Saham BBCA, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.599, Saham BBCA, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 1 September 2026. Indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut naik 74,46 poin atau 1,14% dan berakhir di level 6.599,94.

Penguatan IHSG terjadi setelah indeks bergerak positif sejak sesi pertama. Pergerakan pasar ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

IHSG Berhasil Mendekati Level 6.600

Pada penutupan sesi I, IHSG masih berada di level 6.564,51 atau naik 0,60%. Memasuki perdagangan sesi kedua, penguatan berlanjut hingga indeks mendekati sekaligus menutup perdagangan di area 6.600.

Kenaikan ini memperpanjang sentimen positif di awal September. Sebelumnya, IHSG pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, ditutup naik tipis 0,11% ke posisi 6.525,48.

Dengan demikian, IHSG membukukan kenaikan harian yang lebih solid pada awal bulan, seiring membaiknya minat beli terhadap saham-saham unggulan di dalam negeri.

Saham Big Caps Dorong Indeks

Saham BBCA, BREN, dan TLKM menjadi beberapa emiten yang menopang laju IHSG sepanjang perdagangan. Saham perbankan besar sebelumnya juga terlihat menguat, bersama saham sektor energi dan emiten-emiten berkapitalisasi jumbo lainnya.

Di luar saham penopang indeks, sejumlah anggota indeks LQ45 turut mencatatkan kenaikan signifikan. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menjadi top gainers LQ45 dengan kenaikan 11,04%.

Sementara itu, pada perdagangan sesi pertama, saham seperti PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga tercatat masuk jajaran saham yang menguat.

Sentimen Pasar di Awal September

Penguatan IHSG mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap saham-saham domestik pada awal perdagangan September. Pada sesi I, sektor keuangan dan energi disebut menjadi salah satu penggerak kenaikan indeks, dengan saham perbankan berada di antara kontributor utama.

Meski IHSG berakhir di zona hijau, investor tetap perlu mencermati pergerakan dana asing, kondisi pasar global, harga komoditas, serta arah suku bunga. Faktor-faktor tersebut masih berpotensi memengaruhi volatilitas perdagangan saham dalam beberapa waktu ke depan.

Penutupan di level 6.599,94 membuat IHSG kembali menguji area psikologis 6.600. Pergerakan selanjutnya akan menjadi perhatian pasar untuk melihat apakah indeks mampu melanjutkan tren penguatan atau justru mengalami aksi ambil untung setelah kenaikan harian lebih dari 1%.

 

Next Post Previous Post