IHSG Ditutup Turun 1,13%, Saham Big Bank hingga BYAN Jadi Pemberat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Tekanan utama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan pertambangan.
IHSG tercatat turun 1,13% pada akhir perdagangan. Pelemahan ini memperpanjang tekanan terhadap pasar saham domestik setelah pada perdagangan sebelumnya indeks juga ditutup melemah.
Penurunan IHSG dipengaruhi aksi jual terhadap sejumlah saham unggulan atau big cap. Saham-saham tersebut memiliki bobot besar dalam perhitungan indeks sehingga koreksinya memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Saham Big Bank Tertekan
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
BYAN Ikut Membebani IHSG
| (Foto Saham BYAN dari Google Finansial) |
Sentimen Global Masih Membayangi
Pelemahan IHSG juga berlangsung ketika investor masih mencermati sejumlah sentimen global. Kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investasi.
Selain itu, pergerakan bursa saham Asia, nilai tukar rupiah, dan harga minyak turut menjadi perhatian pelaku pasar. Kombinasi sentimen tersebut membuat investor lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat tertekan oleh koreksi bursa Asia, pelemahan rupiah, serta kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed.
Prospek Perdagangan Berikutnya
Dengan penurunan sebesar 1,13%, pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya akan sangat bergantung pada arah saham-saham berkapitalisasi besar. Jika tekanan jual pada saham perbankan dan komoditas berlanjut, indeks berpotensi kembali bergerak volatil.
Sebaliknya, aksi beli pada saham unggulan dapat membantu menahan laju koreksi. Investor juga akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah, arus dana asing, sentimen bursa global, serta data ekonomi terbaru.

