IHSG Hari Ini, Jumat 25 September ke Level 6.272

IHSG Hari Ini, Jumat 25 September ke Level 6.272

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 25 September 2026 dibuka menguat ke level 6.318, namun sepanjang sesi pagi hingga siang bergerak melemah dan diperdagangkan di kisaran 6.272–6.285 seiring aksi ambil untung jelang akhir pekan.

Pergerakan IHSG Pagi–Siang Hari Ini

IHSG Hari Ini, Jumat 25 September ke Level 6.272
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Pembukaan: IHSG dibuka menguat 16,92 poin (0,27%) ke 6.315,53, setelah penutupan Kamis yang turun 1,20% ke 6.298,61.

Perdagangan pagi: Pada pukul 09.40 WIB, IHSG sudah berbalik melemah 13,05 poin (0,21%) ke 6.285,56.

Update siang: Data pasar menunjukkan IHSG bergerak di sekitar 6.274 dengan perubahan negatif sekitar -0,39%.

Secara teknikal, beberapa analis menyebut support terdekat IHSG di area 6.267–6.280 dan resistance di 6.300–6.344, sehingga level 6.272 berada dekat batas bawah support intraday.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan

Beberapa faktor utama yang disebut analis mendorong pelemahan IHSG hari ini:

Aksi ambil untung (profit taking) jelang akhir pekan setelah volatilitas beberapa hari terakhir.

Tekanan dari pasar global, termasuk kekhawatiran inflasi dan yield obligasi AS yang masih tinggi (US Treasury 10Y disebut di level ~5,11%), berpotensi menekan sentimen risiko di emerging market termasuk Indonesia.

Aliran dana asing yang sebelumnya tercatat melakukan net sell signifikan pada Kamis (sekitar Rp1,49 triliun) turut menambah tekanan jual.

Di sisi lain, penguatan pembukaan pagi ini ditopang oleh optimisme selektif pada beberapa saham blue chip dan sektor tertentu, namun tidak cukup kuat menahan gelombang jual bertahap.

Sektor dan Saham yang Menjadi Sorotan

Indeks LQ45 (45 saham unggulan) juga tercatat melemah sekitar 0,22% ke 621,91 pada perdagangan pagi, sejalan dengan IHSG.

Beberapa sekuritas menyoroti saham-saham seperti MEDC, BDMN, ANTM, dan FAST sebagai pilihan hari ini di tengah IHSG yang cenderung lemah.

Saham MBMA, AMRT, dan INKP disebut sebagai top gainers di LQ45 pada sesi pagi, menunjukkan masih ada pockets of strength di tengah tekanan indeks.

BEI juga melakukan suspensi terhadap beberapa emiten (SMLE, ASLI, WAPO) per 25 September 2026 karena kenaikan harga kumulatif yang signifikan, yang bisa memengaruhi dinamika perdagangan saham-saham kecil/menengah.

Outlook Sore Ini dan Strategi Singkat

Dengan IHSG sudah berada di dekat support 6.267–6.280, beberapa skenario yang banyak dibahas analis:

Jika support 6.267–6.270 bertahan, IHSG berpotensi sideways hingga penutupan dengan volatilitas terbatas.

Jika tembus ke bawah, risiko uji area 6.250–6.230 terbuka, terutama jika tekanan jual asing berlanjut dan sentimen global memburuk.

Bagi investor/trader harian, beberapa strategi yang sering direkomendasikan dalam kondisi seperti ini:

Buy on weakness pada saham fundamental kuat yang tertekan bersama indeks, dengan stop loss ketat di bawah support terdekat.

Menghindari chase harga di saham yang sudah naik tajam tanpa dasar fundamental jelas, apalagi di tengah risiko suspensi dan volatilitas akhir pekan.

Memperhatikan arus dana asing intraday dan perkembangan yield obligasi AS serta berita geopolitik yang bisa mengubah sentimen secara tiba-tiba.

Next Post Previous Post