IHSG Melemah ke 6.071, Saham LQ45 Dominasi Pemicu Penurunan

IHSG Melemah ke 6.071, Saham LQ45 Dominasi Pemicu Penurunan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,83% ke level 6.071,14 pada Rabu (30/9/2026), didominasi aksi jual investor asing yang membatasi penguatan awal sesi.

Pergerakan Pasar dan Breadth

IHSG Melemah ke 6.071, Saham LQ45 Dominasi Pemicu Penurunan
(Foto IHSG dari Google Finansial)

IHSG terkoreksi 0,83% ke 6.071,14.

Dari ratusan emiten, 325 saham menguat, 371 melemah, dan 267 stagnan.

Pelemahan terjadi setelah IHSG sempat menguat di awal perdagangan, namun berbalik turun seiring tekanan jual asing.

Saham LQ45 yang Tekan IHSG

Tekanan terbesar datang dari saham-saham likuid berikut:

GOTO turun 13,51% ke Rp32; ini merupakan hari ketiga berturut-turut GOTO bergerak lesu sejak BEI menurunkan batas minimum harga saham ke Rp1.

MEDC turun 4,79% ke Rp1.390.

CUAN turun 4,52% ke Rp845.

EMTK turun 3,48% ke Rp388.

TLKM turun 3,38% ke Rp2.290.

MBMA turun 2,80% ke Rp486.

PGAS turun 2,79% ke Rp1.395.

Saham yang Menguat

Sebagian saham justru mencatat kenaikan dan menjadi penopang:

UNTR naik 7,55% ke Rp27.075.

HRTA naik 4,59% ke Rp2.280.

INKP naik 1,86% ke Rp8.225.

EXCL naik 1,69% ke Rp2.410.

ANTM naik 1,27% ke Rp3.200.

AKRA naik 1,05% ke Rp1.450.

Faktor Pendorong: Aliran Dana Asing & Sentimen Global

Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat net foreign sell mencapai Rp677 miliar pada sesi I, yang membatasi reli IHSG.

Sentimen positif datang dari pelemahan harga minyak seiring pemulihan ekspor Timur Tengah dan rencana pelepasan 40 juta barel cadangan minyak strategis AS, namun harga minyak masih berpotensi naik bulan ketiga berturut-turut karena konflik AS–Iran dan gangguan pasokan.

Di sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menyatakan The Fed masih punya waktu untuk mencermati data ekonomi, memberi ruang bagi aset berisiko seperti saham, meski pasar tetap memperhitungkan kemungkinan satu kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir 2026.

Catatan untuk Investor

Pelemahan hari ini didominasi saham-saham besar di LQ45, terutama GOTO yang terus tertekan pasca perubahan aturan batas bawah harga saham.

Breadth pasar (lebih banyak saham turun daripada naik) mengonfirmasi sentimen hati-hati di tengah aliran keluar asing.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham; keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. 

Next Post Previous Post