IHSG Menguat 0,54 Persen ke 6.560 pada Awal Perdagangan, Tiga Saham Sentuh ARA
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 1 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan naik 35,13 poin atau 0,54 persen ke level 6.560,61 pada satu jam pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penguatan IHSG terjadi saat mayoritas saham bergerak di zona hijau. Sejumlah emiten bahkan mencatatkan lonjakan harga hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA), termasuk SAFE, BSIM, dan GTRA.
Data Perdagangan IHSG
Pada awal sesi perdagangan, volume transaksi di BEI mencapai 16,09 miliar lembar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,92 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 836.402 kali.
Sebanyak 363 saham menguat, sementara 215 saham terkoreksi dan 205 saham lainnya bergerak stagnan. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip juga tercatat naik 1,09 persen.
Kinerja tersebut menunjukkan sentimen positif masih mendominasi pasar domestik, meski bursa saham utama di kawasan Asia bergerak melemah.
Bursa Asia Justru Melemah
Berbeda dengan IHSG, sejumlah indeks saham Asia dibuka di zona merah pada perdagangan hari ini. Mengacu pada laporan Investor Daily, pelemahan terjadi pada beberapa indeks utama berikut:
|
Indeks Asia |
Pergerakan |
|
Nikkei |
Turun 0,39 persen |
|
Hang Seng |
Turun 0,92 persen |
|
Shanghai Composite |
Turun 0,17 persen |
|
Straits Times |
Turun 0,76 persen |
Tekanan di pasar Asia tersebut belum mampu membendung penguatan indeks domestik pada awal perdagangan. Pergerakan IHSG didorong oleh banyaknya saham yang naik, termasuk saham-saham lapis dua dan emiten yang mencatat kenaikan signifikan.
Tiga Saham Menyentuh ARA
| (Foto Saham SAFE dari Google Finansial) |
RGAS Jadi Top Loser dan Sentuh ARB
Di tengah dominasi saham yang menguat, PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) menjadi saham dengan pelemahan terdalam pada sesi tersebut.
Saham RGAS turun 14,55 persen hingga menyentuh level Rp141 per saham. Pelemahan tersebut membuat RGAS membentur batas auto rejection bawah atau ARB.
ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Kondisi ini menandakan tekanan jual yang kuat pada saham terkait, berlawanan dengan performa sejumlah saham yang bergerak menuju ARA.
Dengan IHSG yang masih berada di zona hijau pada awal sesi, pelaku pasar akan mencermati apakah penguatan indeks dapat berlanjut hingga penutupan perdagangan, terutama di tengah sentimen negatif dari mayoritas bursa Asia.

