IHSG Menguat 1,82 Persen Selama Pekan Ini
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Penguatan ini ditopang oleh lonjakan aktivitas perdagangan dan aksi beli bersih (net buy) investor asing yang terfokus pada saham-saham perbankan besar.
Aktivitas Perdagangan dan Aliran Modal Asing
Sepanjang pekan ini, volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak signifikan sebesar 35,9 persen menjadi 48,99 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian juga ikut melesat 25,75 persen mencapai Rp19,22 triliun, menandakan antusiasme pelaku pasar yang tinggi.
Faktor utama pendorong reli IHSG adalah masuknya modal asing yang agresif. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) pada empat bank besar (Big Four Banks) dengan total akumulasi mencapai sekitar Rp3,19 triliun hingga Rp3,87 triliun, tergantung periode pengamatan harian.
Berikut adalah rincian aksi beli asing pada saham bank utama selama periode tersebut:
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Memimpin perburuan asing dengan net buy terbesar, mencapai sekitar Rp1,41 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Mencatatkan net buy sekitar Rp1,19 triliun hingga Rp1,20 triliun.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Mengalami net buy sekitar Rp1 triliun.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Juga diburu asing dengan net buy sekitar Rp261,4 miliar.
Kontributor Utama Penguatan Indeks
Sektor perbankan menjadi penopang utama kinerja positif IHSG pekan ini. Saham BBRI tidak hanya menjadi incaran modal asing, tetapi juga memimpin penguatan harga dengan kenaikan 6,27 persen, memberikan kontribusi poin terbesar sebesar 29,19 poin terhadap indeks.
Selain BBRI, saham bank besar lainnya juga mencatatkan kinerja positif yang signifikan:
BMRI: Menguat sebesar 4 persen.
BBCA: Naik sebesar 3,47 persen.
Saham Penekan Indeks dan Top Losers
Meskipun IHSG secara keseluruhan menguat, tekanan jual signifikan masih melanda sejumlah emiten tertentu. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tercatat turun 5,32 persen dan membebani indeks sebesar 12,63 poin. Saham PT VKTR Teknologi Mobil Tbk (VKTR) juga melemah cukup dalam sebesar 10,36 persen.
Tekanan jual terdalam pekan ini dialami oleh PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS). Saham ini merosot tajam sebesar 38,14 persen, dari level Rp194 menjadi Rp120 per saham, sehingga menempati posisi puncak daftar top losers harian di BEI.
Sentimen Pasar Global dan Minyak
Di samping faktor domestik, sentimen eksternal turut memengaruhi dinamika bursa pekan ini. Pasar global mencermati pergerakan harga minyak mentah Brent yang berada di kisaran US$96 per barel. Selain itu, rencana pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan pada 6 September 2026 juga menjadi perhatian pelaku pasar dalam menilai arah pergerakan harga komoditas energi ke depan.

