IHSG Naik Tipis ke 6.131, Didorong Saham Big Caps UNTR dan TPIA

IHSG Naik Tipis ke 6.131, Didorong Saham Big Caps UNTR dan TPIA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Rabu (30/9/2026) ditutup menguat tipis 0,15 persen ke level 6.131, setelah sempat reli lebih tinggi di awal sesi sebelum profit taking menekan kenaikan.

Kinerja IHSG dan Dinamika Perdagangan

IHSG dibuka melemah ke 6.118,05, kemudian sempat reli hingga mencapai 6.187,046 sebelum akhirnya menutup di 6.131.

Posisi terendah IHSG berada di 6.108,786.

Volume transaksi hingga sesi I cukup ramai: sekitar 19,57 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,357 triliun dan frekuensi perdagangan 1.116.581 kali.

Dari sisi breadth pasar, 409 saham menguat, 236 saham melemah, dan 143 saham stagnan.

Saham Penggerak Utama

IHSG Naik Tipis ke 6.131, Didorong Saham Big Caps UNTR dan TPIA
(Foto Saham UNTR dari Google Finansial)

Kinerja positif IHSG ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama:

UNTR (United Tractors): naik 4,3 persen.

TPIA (Chandra Asri Pacific): naik 4,1 persen.

BUMI (Bumi Resources): naik 2,3 persen.

AMMN (Amman Mineral Internasional): naik 1,6 persen.

Penguatan saham-saham ini cukup signifikan dalam menahan IHSG tetap hijau meskipun tekanan jual muncul menjelang penutupan sesi I.

Performa Per Sektor

Dari 11 sektor yang tercatat, tujuh sektor menguat dan empat sektor melemah.

Sektor yang Menguat:

Industri: +1,63 persen (penguatan tertinggi).

Non-primer: +1,06 persen.

Barang baku: +0,91 persen.

Infrastruktur: +0,74 persen.

Kesehatan: +0,50 persen.

Energi: +0,19 persen.

Transportasi & logistik: +0,17 persen.

Sektor yang Melemah:

Teknologi: -2,02 persen (penurunan terdalam).

Siklikal: -1,20 persen.

Properti: -0,43 persen.

Keuangan: -0,02 persen.

Implikasi bagi Investor

Pola hari ini menunjukkan sentimen yang masih rapuh: IHSG mampu naik tipis berkat big caps, namun tekanan jual di sektor teknologi dan siklikal membatasi reli lebih lanjut. Bagi investor, level 6.100–6.130 bisa menjadi area penting untuk dicermati, terutama jika volatilitas berlanjut di sesi II.

 

Next Post Previous Post