Investor Asing Borong Saham BMRI dan CPIN di Sesi I BEI, Net Buy Capai Rp 554,4 Miliar

Investor Asing Borong Saham BMRI dan CPIN di Sesi I BEI, Net Buy Capai Rp 554,4 Miliar

Investor asing kembali menunjukkan minat kuat pada pasar saham Indonesia dengan mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp 554,4 miliar pada sesi pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/9/2026). Aksi borong ini terfokus pada dua emiten besar, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

BMRI Jadi Incaran Utama Investor Asing

Investor Asing Borong Saham BMRI dan CPIN di Sesi I BEI, Net Buy Capai Rp 554,4 Miliar
(Foto Saham BMRI dan CPIN dari Google Finansial)
Berdasarkan data BEI yang dihimpun Stockbit Sekuritas, investor asing melakukan net buy saham BMRI senilai Rp 270,5 miliar pada sesi I dengan akumulasi harga rata-rata. Volume perdagangan saham bank BUMN ini mencapai 61,4 juta saham.

Aksi beli masif tersebut mendorong kenaikan harga saham BMRI sebesar 1,38 persen ke level Rp 4.420 per lembar. Secara keseluruhan, saham BMRI ditransaksikan sebanyak 111,8 juta saham dengan frekuensi 20,8 ribu kali dan nilai transaksi mencapai Rp 492,8 miliar.

Peningkatan ini melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya, Rabu (2/9/2026), ketika investor asing juga memborong BMRI senilai Rp 55,5 miliar. Dalam sebulan terakhir, performa saham BMRI mencatatkan penguatan sebesar 5,4 persen, meskipun secara year to date (YTD) masih terkoreksi 13,3 persen.

CPIN Juga Diserok Pemodal Luar Negeri

Selain BMRI, investor asing juga melakukan aksi beli signifikan pada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan nilai net buy mencapai Rp 116,3 miliar pada sesi I. Volume perdagangan saham CPIN yang dikumpulkan pemodal asing mencapai 36 juta saham.

Pembelian masif tersebut mendorong harga saham CPIN melesat hingga 7,9 persen ke level Rp 3.270 per lembar. Data IDX mencatat total saham CPIN yang ditransaksikan mencapai 77,3 juta saham dengan nilai transaksi Rp 249,6 miliar dalam 15,16 ribu kali transaksi.

Sisa Net Buy Asing Tersebar di Emiten Lain

Dari total net buy asing sebesar Rp 554,4 miliar, sekitar Rp 167,6 miliar sisanya tersebar pada berbagai emiten lain di luar BMRI dan CPIN. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun fokus utama investor asing tertuju pada dua saham blue chip tersebut, masih ada minat terhadap emiten lainnya di pasar modal Indonesia.

Implikasi bagi Pasar Saham Indonesia

Aksi beli bersih investor asing yang signifikan ini menjadi sinyal positif bagi pasar saham Indonesia, terutama di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian. Minat investor asing terhadap saham-saham perbankan dan consumer goods seperti BMRI dan CPIN menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental emiten-emiten besar di Indonesia.

Bagi investor retail, pergerakan ini dapat menjadi salah satu referensi dalam mengambil keputusan investasi, meskipun tetap perlu mempertimbangkan faktor fundamental dan teknikal masing-masing emiten secara menyeluruh.

 

Next Post Previous Post