KEK Industropolis Batang Gandeng BBPVP Semarang Cetak SDM Industri

KEK Industropolis Batang Gandeng BBPVP Semarang Cetak SDM Industri

KEK Industropolis Batang bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang serta PT Trax Sumbiri Indo untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang penempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.

Kerja sama tersebut diresmikan pada Selasa, 1 September 2026, sekaligus menandai penutupan program Tailor Made Training (TMT). Program ini dirancang untuk menyiapkan calon pekerja dari Kabupaten Batang dan wilayah sekitarnya agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Pelatihan untuk Kebutuhan Industri

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Angga Arie Saputra, mengatakan perkembangan kawasan industri perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni.

Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi langkah penting agar masyarakat lokal tidak hanya memperoleh akses kerja, tetapi juga memiliki bekal kompetensi yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.

“Seiring dengan perkembangan kawasan industri, kita perlu mempersiapkan masa depan yang baik bagi para pekerja industri. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta pelatihan, sehingga kompetensi yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal untuk memberikan kontribusi yang baik di dunia kerja,” ujar Angga dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Program tersebut berlangsung selama 10 hari, tepatnya pada 10-21 Agustus 2026. Sebanyak 50 peserta dari Kabupaten Batang dan daerah sekitarnya mengikuti pelatihan berbasis kompetensi yang disusun untuk menjawab kebutuhan perusahaan manufaktur.

Tidak Hanya Belajar Menjahit

Skema Tailor Made Training mencakup sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan kurikulum bersama industri, proses rekrutmen peserta, pelatihan teknis, sertifikasi kompetensi, hingga penempatan kerja.

Peserta mendapatkan sertifikasi kompetensi dari lembaga yang terafiliasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP. Dengan demikian, keterampilan yang mereka miliki tidak hanya dibuktikan lewat pelatihan, tetapi juga melalui pengakuan kompetensi yang dapat mendukung kesiapan masuk dunia kerja.

Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, menjelaskan bahwa materi pelatihan tidak berhenti pada kemampuan teknis menjahit. Peserta juga memperoleh pembekalan soft skill yang penting di lingkungan kerja industri.

Beberapa kemampuan nonteknis yang ditekankan dalam pelatihan meliputi:

Kedisiplinan dalam bekerja

Ketelitian saat menjalankan proses produksi

Kemampuan berkomunikasi dalam tim

Adaptasi terhadap standar kerja perusahaan

Pemahaman mengenai kebutuhan industri manufaktur

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat peserta lebih siap ketika langsung masuk ke perusahaan setelah menyelesaikan masa pelatihan.

80 Persen Peserta Langsung Terserap

Hasil tahap pertama program TMT menunjukkan tingkat penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi. Sebanyak 80 persen peserta pelatihan berhasil diterima dan diserap langsung sebagai tenaga kerja industri.

HR Manager PT Trax Sumbiri Indo, M Hari Nasrullah, menyebut pihak perusahaan terbantu oleh tersedianya calon pekerja yang telah mendapatkan pembekalan vokasi sesuai kebutuhan operasional manufaktur garmen.

PT Trax Sumbiri Indo sendiri merupakan perusahaan manufaktur garmen asal Thailand. Kehadiran program pelatihan yang melibatkan perusahaan secara langsung dinilai dapat memperkecil kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja di pabrik.

Salah satu peserta yang telah diterima bekerja, Dias Alfi Yuhani, mengaku mendapat manfaat besar dari pelatihan gratis tersebut. Ia mempelajari keterampilan menjahit dari dasar sekaligus memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan nonteknis.

“Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan pembelajaran menjahit dari nol. Selain keterampilan menjahit, saya juga mendapatkan pendampingan untuk membangun soft skill dan hard skill yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Dias.

Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Kolaborasi antara KEK Industropolis Batang, BBPVP Semarang, dan PT Trax Sumbiri Indo menjadi contoh penerapan pelatihan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

Melalui pola tersebut, perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja yang lebih siap pakai, sementara masyarakat lokal memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi dan mendapatkan akses kerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Ke depan, program serupa berpotensi menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pertumbuhan industri di KEK Industropolis Batang sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja dari wilayah Batang dan sekitarnya.

Next Post Previous Post