Kementerian Koperasi Dorong Koperasi Produsen Tembus Pasar Global

Kementerian Koperasi Dorong Koperasi Produsen Tembus Pasar Global

Kementerian Koperasi terus mendorong koperasi produsen di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kapasitas usaha agar mampu menembus pasar global. Langkah ini ditempuh setelah pendataan dan pendampingan di berbagai daerah mengungkap tiga hambatan utama: kualitas sumber daya manusia (SDM), pembiayaan, dan akses pasar.

Tiga Tantangan Utama Koperasi Naik Kelas

Berdasarkan hasil keliling dan pendatabasean koperasi di seluruh Indonesia, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyebut tiga tantangan utama yang harus diatasi agar koperasi bisa “naik kelas” menjadi pemain global:

SDM: Kualitas dan kapasitas manajemen serta tenaga kerja koperasi masih perlu ditingkatkan agar mampu mengelola usaha berorientasi ekspor.

Pembiayaan: Akses modal dan skema pembiayaan yang sesuai kebutuhan usaha ekspor masih menjadi kendala bagi banyak koperasi produsen.

Akses pasar: Koperasi sering kesulitan menjangkau pembeli internasional, memahami prosedur ekspor, dan membangun jaringan distribusi di luar negeri.

“Setelah kami keliling di seluruh Indonesia dan mendatabase koperasi-koperasi, ada beberapa tantangan koperasi untuk bisa naik kelas dan menjadi kelas global. Yang pertama adalah SDM-nya, yang kedua pembiayaan, yang ketiga pasar,” ujar Farida Farichah, sebagaimana dilansir Investor Daily, Minggu (6/9/2026).

Sertifikasi Internasional Jadi Prasyarat Ekspor

Masuk ke pasar global menuntut kesiapan khusus, terutama dalam memenuhi standar mutu dan sertifikasi internasional. Karena itu, Kementerian Koperasi memfasilitasi pendampingan agar koperasi yang produknya sudah berkualitas dapat melengkapi prasyarat sertifikasi yang dibutuhkan.

“Kita dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut,” tegas Farida.

Sertifikasi ini bisa mencakup standar keamanan pangan, halal, mutu produk, hingga persyaratan khusus negara tujuan ekspor, tergantung jenis komoditas dan pasar yang dituju.

Pameran Internasional sebagai Ruang Belajar

Selain membuka akses pasar, ajang pameran internasional juga dimanfaatkan sebagai wadah pembelajaran bagi pelaku koperasi. Di sana, koperasi dapat mempelajari strategi ekspor dari koperasi yang sudah lebih dulu sukses menembus pasar luar negeri.

Kementerian Koperasi menghadirkan sejumlah koperasi binaan dalam pameran internasional untuk memperluas peluang bisnis melalui pertemuan antara produsen dengan calon pembeli atau mitra dagang dari berbagai negara.

Ekosistem Komprehensif dan Efek Domino Ekspor

Pemerintah kini berfokus membangun ekosistem komprehensif agar peluang pertumbuhan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh koperasi produsen di tanah air. Ekosistem ini mencakup penguatan kapasitas, akses pembiayaan, pendampingan sertifikasi, serta pembukaan akses pasar global.

Koperasi yang telah berhasil menjadi eksportir diharapkan mampu memicu akselerasi jaringan bisnis bagi koperasi lainnya. Farida menjelaskan bahwa koperasi yang sudah masuk pasar global dapat “menarik” koperasi lain untuk ikut bergabung dalam rantai pasok atau meniru model bisnis yang terbukti berhasil.

“Kalau mereka sudah masuk ke pasar global, sudah bisa menjadi eksportir agar bisa menarik teman koperasinya yang lain. Sehingga ada komparatif antara koperasi yang sudah ekspor dengan koperasi-koperasi yang baru mau masuk ke pasar global,” pungkas Farida Farichah.

Dengan strategi ini, Kementerian Koperasi menargetkan koperasi tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing di tingkat internasional.

 

Next Post Previous Post