Keputusan Suku Bunga AS dan Jepang Guncang Harga Bitcoin

Keputusan Suku Bunga AS dan Jepang Guncang Harga Bitcoin

Pasar kripto kembali diguncang setelah dua bank sentral besar, Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat dan Bank of Japan (BOJ), mengumumkan kenaikan suku bunga secara berurutan pada pertengahan September 2026. 

Keputusan ini memicu reaksi signifikan terhadap harga Bitcoin (BTC), yang sempat menunjukkan volatilitas tinggi sebelum akhirnya menguat ke kisaran US$76.000–US$78.000.

Kronologi Keputusan Suku Bunga The Fed dan BOJ

The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%–4,00% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. Ini merupakan kenaikan pertama sejak Juli 2023 dan diambil secara bulat oleh komite.

Tak lama setelah itu, Bank of Japan (BOJ) juga menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1,25% dalam pertemuan kebijakan moneter 17–18 September 2026. Kenaikan ini menjadikan level suku bunga BOJ yang tertinggi sejak 1995.

Dampak terhadap Harga Bitcoin

Keputusan Suku Bunga AS dan Jepang Guncang Harga Bitcoin
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Meskipun secara teori kenaikan suku bunga cenderung menekan aset berisiko seperti kripto, reaksi pasar justru menunjukkan hal berbeda. Bitcoin bergerak naik dari sekitar US$75.400 menjelang pengumuman The Fed, ke area US$76.000 setelah keputusan dirilis pada 17 September 2026

Momentum penguatan berlanjut setelah keputusan BOJ, dengan Bitcoin bahkan menyentuh kisaran US$78.000 pada 18 September 2026. Beberapa analis menyebut bahwa pasar telah mengantisipasi kenaikan ini, sehingga tekanan jual tidak sebesar yang dikhawatirkan.

Faktor Pendukung Penguatan Bitcoin

Beberapa faktor yang disebut mendukung penguatan Bitcoin di tengah kenaikan suku bunga antara lain:

Likuiditas global yang masih terjaga, meski ada pengetatan moneter.

Penurunan yield obligasi Treasury AS, yang membuat aset alternatif seperti Bitcoin lebih menarik.

Sentimen positif pasca keputusan The Fed dan BOJ, yang dianggap tidak terlalu hawkish (ketat) dibanding ekspektasi awal.

Arus masuk ETF Bitcoin yang tetap stabil, menunjukkan minat institusional yang belum surut.

Outlook dan Hal yang Perlu Dipantau Investor

Keputusan suku bunga The Fed dan BOJ menjadi sinyal penting bagi arah kebijakan moneter global. Investor kripto perlu memperhatikan:

Proyeksi inflasi AS dan Jepang dalam rilis data berikutnya.

Kebijakan bank sentral lainnya, terutama European Central Bank (ECB) dan Bank of England.

Perkembangan regulasi kripto di AS, termasuk RUU Klarifikasi Aset Kripto yang masih menjadi perdebatan di Senat.

Arus dana institusional ke ETF Bitcoin dan produk kripto lainnya.

Penutup

Keputusan suku bunga The Fed dan BOJ pada September 2026 membuktikan bahwa pasar kripto semakin matang dalam merespons kebijakan moneter global. Alih-alih tertekan, Bitcoin justru menunjukkan ketahanan dengan menguat. Bagi investor, kunci utamanya adalah memantau perkembangan inflasi, likuiditas global, dan regulasi kripto ke depan.

Next Post Previous Post