Ketidakpastian Regulasi Kripto AS, Bitcoin Tetap Menguat di Atas US$80.000

 

Ketidakpastian Regulasi Kripto AS, Bitcoin Tetap Menguat di Atas US$80.000

Pasar aset kripto kembali menunjukkan ketahanan meski upaya pengesahan regulasi kripto di AS, yaitu Clarity Act, tertunda. Alih-alih tertekan, harga Bitcoin justru menguat dan menembus level di atas US$80.000 pada akhir September 2026.

Apa itu Clarity Act?

Clarity Act adalah rancangan undang-undang (RUU) di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kerangka regulasi resmi dan kejelasan hukum bagi industri aset digital atau kripto. RUU ini diharapkan bisa mengurangi ketidakpastian hukum bagi pelaku industri kripto di AS, yang pada akhirnya dapat memengaruhi sentimen investor global.

Kronologi dan Dampak ke Pasar

Ketidakpastian Regulasi Kripto AS, Bitcoin Tetap Menguat di Atas US$80.000
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Pada 15 September 2026, Senat AS gagal memajukan Clarity Act karena tidak mencapai ambang 60 suara yang dibutuhkan.

Hasil pemungutan suara: 50 mendukung, 49 menolak.

Saat itu, Bitcoin sempat terkoreksi sekitar 4 persen, dan hampir US$500 juta posisi “long” di pasar derivatif terlikuidasi.

Namun, pasar cepat pulih: per 18 September 2026, Bitcoin naik 0,30 persen secara mingguan, Ethereum 0,73 persen, dan kapitalisasi pasar kripto global meningkat 1,14 persen menjadi sekitar US$2,66 triliun.

Pada 21 September 2026, Bitcoin kembali menembus US$85.000, dan pada 24 September 2026 berada di kisaran US$84.000 (melemah 3,01 persen dalam 24 jam, tapi masih menguat 10,13 persen dalam sepekan).

Mengapa Harga Bisa Menguat Meski Regulasi Tertunda?

Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, menjelaskan bahwa perkembangan regulasi memang memengaruhi sentimen jangka pendek, tetapi bukan satu-satunya penggerak harga. Pasar juga sangat memperhatikan:

Likuiditas pasar

Kondisi makroekonomi global

Posisi pelaku pasar (misalnya dominasi likuidasi “short” sebesar US$648,3 juta dalam 24 jam tertentu)

Arus dana institusional, termasuk arus masuk bersih sekitar US$433 juta ke ETF Bitcoin spot AS pada 18 September 2026

Dengan kata lain, meskipun ketidakpastian regulasi tetap ada, faktor likuiditas dan arus dana institusional cukup kuat untuk menopang harga.

Implikasi bagi Investor

Alexander Brian, Full-Time Trader, menilai bahwa tertundanya Clarity Act berarti upaya memberikan kepastian hukum bagi industri kripto AS masih berlanjut, sehingga ketidakpastian regulasi tetap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen investor. Namun, ia juga menekankan bahwa pergerakan harga kripto ditentukan banyak faktor lain di luar regulasi.

Ryan Lymn mengingatkan investor untuk:

Memahami karakteristik aset kripto yang bervolatilitas tinggi

Mengikuti perkembangan pasar secara rutin

Mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan transaksi.

Next Post Previous Post