Ketidakpastian Regulasi Kripto AS, Bitcoin Tetap Menguat di Atas US$80.000
Pasar aset kripto kembali menunjukkan ketahanan meski upaya pengesahan regulasi kripto di AS, yaitu Clarity Act, tertunda. Alih-alih tertekan, harga Bitcoin justru menguat dan menembus level di atas US$80.000 pada akhir September 2026.
Apa itu Clarity Act?
Clarity Act adalah rancangan undang-undang (RUU) di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kerangka regulasi resmi dan kejelasan hukum bagi industri aset digital atau kripto. RUU ini diharapkan bisa mengurangi ketidakpastian hukum bagi pelaku industri kripto di AS, yang pada akhirnya dapat memengaruhi sentimen investor global.
Kronologi dan Dampak ke Pasar
| (Foto Harga Bitcoin dari TradingView) |
Mengapa Harga Bisa Menguat Meski Regulasi Tertunda?
Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, menjelaskan bahwa perkembangan regulasi memang memengaruhi sentimen jangka pendek, tetapi bukan satu-satunya penggerak harga. Pasar juga sangat memperhatikan:
Likuiditas pasar
Kondisi makroekonomi global
Posisi pelaku pasar (misalnya dominasi likuidasi “short” sebesar US$648,3 juta dalam 24 jam tertentu)
Arus dana institusional, termasuk arus masuk bersih sekitar US$433 juta ke ETF Bitcoin spot AS pada 18 September 2026
Dengan kata lain, meskipun ketidakpastian regulasi tetap ada, faktor likuiditas dan arus dana institusional cukup kuat untuk menopang harga.
Implikasi bagi Investor
Alexander Brian, Full-Time Trader, menilai bahwa tertundanya Clarity Act berarti upaya memberikan kepastian hukum bagi industri kripto AS masih berlanjut, sehingga ketidakpastian regulasi tetap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen investor. Namun, ia juga menekankan bahwa pergerakan harga kripto ditentukan banyak faktor lain di luar regulasi.
Ryan Lymn mengingatkan investor untuk:
Memahami karakteristik aset kripto yang bervolatilitas tinggi
Mengikuti perkembangan pasar secara rutin
Mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan transaksi.

